Pengguna mobil listrik kerap mendapati pengisian daya dengan fast charging melambat saat kapasitas baterai melewati angka 80 persen. Kondisi ini merupakan bagian dari mekanisme perlindungan baterai agar tetap awet dan aman digunakan dalam jangka panjang. Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan perlambatan tersebut merupakan kerja normal dari sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS) yang dirancang untuk menjaga kesehatan sel baterai. “Ketika baterai sudah di atas 80 persen, sistem akan menurunkan kecepatan pengisian. Ini dilakukan untuk menekan stres pada baterai dan mencegah degradasi sel yang terlalu cepat,” kata Cing kepada Kompas.com, Minggu (18/1/2026). Menurut Cing, pengisian cepat diibaratkan seperti seseorang yang makan terlalu terburu-buru. Pada kondisi tertentu memang dibutuhkan, tetapi jika dilakukan terus-menerus hingga penuh, justru tidak baik bagi kesehatan. “Fast charging itu aman, tapi kalau terlalu sering dan sampai 100 persen, baterai bisa mengalami stres. Makanya pengisian dari 20 ke 80 persen biasanya cepat, sementara dari 80 ke 100 persen jauh lebih lambat,” ujarnya. Ilustrasi mobil listrik, kendaraan listrik. Ia menjelaskan, pada rentang 20-80 persen, baterai masih berada pada zona kerja optimal sehingga mampu menerima arus besar tanpa risiko berlebih. Namun, saat mendekati kapasitas penuh, sistem secara otomatis membatasi arus masuk agar suhu dan tekanan kimia di dalam sel tetap stabil. “Perlambatan ini justru tanda bahwa sistem bekerja dengan benar. Kalau di atas 80 persen tetap dipaksa cepat, itu yang berbahaya untuk battery health (kesehatan baterai),” kata Cing. Karena itu, Cing menyarankan pengguna mobil listrik untuk lebih sering memanfaatkan slow charging dalam penggunaan harian. Fast charging sebaiknya digunakan saat kondisi mendesak, seperti perjalanan jauh atau ketika waktu pengisian terbatas. “Untuk pemakaian sehari-hari, cukup isi di rumah atau di kantor dengan slow charging. Itu jauh lebih ramah terhadap baterai dan bisa memperpanjang usia pakainya,” ucapnya. Dengan pemahaman yang tepat, perlambatan fast charging di atas 80 persen tidak perlu dikhawatirkan. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa sistem proteksi baterai bekerja untuk menjaga performa dan keamanan kendaraan listrik dalam jangka panjang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang