Salah satu kendala utama kendaraan listrik adalah masih minimnya fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Selain itu, waktu pengisian daya yang relatif lama membuat kehadiran sistem fast charging menjadi solusi yang dibutuhkan, terutama saat perjalanan jarak jauh. Namun, fast charging kerap dianggap dapat memperpendek usia pakai baterai jika terlalu sering digunakan. Pasalnya, proses pengisian daya berkecepatan tinggi membuat suhu baterai cenderung meningkat. Lantas, bagaimana cara menyikapi keterbatasan fasilitas fast charging pada kendaraan listrik tanpa mengorbankan kesehatan baterai? Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan, konsumen kendaraan listrik tak perlu khawatir, karena fast charging tak akan mebuat baterai mobil listrik langsung rusak. “Fast charging tetap dibutuhkan, terutama di tempat-tempat umum atau saat kondisi darurat, tapi ini tak boleh terlalu sering, sesekali harusnya masih aman agar usia pakai baterai tetap awet,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, Selasa (20/1/2026). Penggunaan fast charging dapat mempercepat degradasi baterai, alasannya karena arus listrik besar sehingga pengisian cepat penuh, tapi panas lebih cepat naik. Ilustrasi Mobil Listrik. Insentif mobil listrik impor hanya berlaku hingga akhir 2025. Mulai 2026, produsen diwajibkan merakit kendaraan di dalam negeri sesuai aturan TKDN. “Bila baterai sering panas, maka sel baterai akan cepat rusak, sehingga kesehatannya menurun, jarak tempuhnya jadi lebih pendek,” ucap Jayan. Meski demikian, fast charging sesekali dalam kondisi darurat atau di tengah perjalanan tidak masalah dilakukan. Hanya saja, sebisa mungkin konsumen mengatur perjalanan. “Misal, mobil akan dipakai beberapa hari ke depan, maka sejak hari ini, konsumen bisa mengecas baterai dengan arus listrik rendah, sehingga pas hari H baterai penuh dan tak mengalami panas,” ucap Jayan. Cara tersebut, menurut Jayan lebih efektif dalam menjaga performa baterai pada kendaraan listrik, daripada ketergantungan dengan fasilitas fast charging. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang