Sewa mobil lepas kunci menjadi pilihan populer bagi banyak orang karena menawarkan fleksibilitas penuh tanpa harus tergantung sopir. Namun, di balik kemudahan itu, ada sejumlah risiko yang perlu dipertimbangkan, baik bagi penyewa maupun pemilik rental, agar pengalaman sewa tetap aman dan nyaman. Menurut Rizal, pemilik Boavista Rent Car, risiko utama sewa mobil lepas kunci adalah potensi kerusakan atau kecelakaan yang tidak diawasi secara langsung. “Penyewa mungkin merasa nyaman, bebas, nah kalau dari sisi pemilik rental tetap ada rasa khawatir. Kan ada kemungkinan terjadi goresan, tabrakan kecil, atau bahkan masalah mekanik yang tidak segera diketahui. Ini bisa menimbulkan kerugian bagi kedua pihak,” kata Rizal kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain risiko kerusakan, ada juga aspek keamanan. Mobil lepas kunci bisa disalahgunakan, seperti dibawa keluar kota tanpa izin atau dipakai untuk aktivitas ilegal. Untuk itu, Rizal menekankan pentingnya prosedur administrasi yang ketat, termasuk pengecekan identitas penyewa, jaminan, dan tanda tangan kontrak yang jelas. Sewa mobil jadi opsi ideal bagi wisatawan yang ingin berlibur dengan bebas di Bali. Dari sisi penyewa, risiko juga tidak kalah penting. Penyewa lepas kunci harus memahami tanggung jawab penuh atas kendaraan. Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, maka biaya perbaikan bisa menjadi beban besar, terutama bila asuransi tidak mencakup seluruh kerusakan. Oleh karena itu, penyewa disarankan melakukan pengecekan kondisi mobil secara menyeluruh sebelum berangkat. Rizal menambahkan, komunikasi terbuka antara penyewa dan rental sangat penting untuk meminimalkan risiko. “Kami selalu menyarankan agar penyewa segera melaporkan jika ada masalah saat sewa, supaya bisa diatasi cepat dan tidak menimbulkan kerugian lebih besar,” ujarnya. Meski demikian, sewa mobil lepas kunci tetap diminati karena memberikan kebebasan berkendara dan fleksibilitas waktu. Kuncinya adalah kesadaran terhadap risiko dan kepatuhan terhadap aturan rental, sehingga pengalaman sewa tetap aman bagi kedua belah pihak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang