Ilustrasi sewa mobil / rental mobil Bagi banyak orang, mobil adalah barang mahal yang nilainya hanya kalah dari rumah. Masalahnya, berbeda dengan properti, harga mobil hampir pasti turun seiring waktu. Penurunan nilai ini sering tidak disadari karena terjadi perlahan. Namun saat mobil ingin dijual, barulah terasa selisih harga yang cukup besar.Karena itu, muncul pertanyaan penting sebelum punya mobil: lebih untung beli atau sewa. Jawabannya tidak hitam-putih, karena sangat tergantung cara mobil itu digunakan. Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Minggu 11 Januari 2026, membeli mobil berarti seluruh risiko penurunan harga ada di tangan pemilik. Jika pasar mobil bekas melemah atau model cepat usang, nilainya bisa jatuh lebih dalam.Sebagai contoh, bayangkan membeli mobil seharga Rp300 juta dan memakainya selama lima tahun. Di akhir periode, harga jualnya bisa turun menjadi sekitar Rp150 juta. Artinya, Rp150 juta hilang hanya karena depresiasi. Angka tersebut belum termasuk pajak tahunan, servis rutin, asuransi, dan potensi biaya perbaikan. Sekarang bandingkan dengan skema sewa mobil selama lima tahun. Jika nilai mobil di akhir masa pakai diperkirakan Rp150 juta, maka itulah nilai yang dibayar penyewa. Rp150 juta dibagi 60 bulan berarti sekitar Rp2,5 juta per bulan. Dalam simulasi ini, biaya sewa sudah termasuk pajak kendaraan, servis berkala, asuransi, dan biaya rutin lainnya.Pengguna hanya perlu menyiapkan biaya bahan bakar, tol, dan parkir. Tidak ada kewajiban memikirkan nilai jual kembali di akhir masa pakai.Jika setelah lima tahun harga pasar mobil turun menjadi Rp130 juta, risiko tersebut bukan tanggungan penyewa. Sebaliknya, jika nilainya masih Rp170 juta, ada opsi membeli mobil dengan harga yang sudah disepakati.Leasing memberi kepastian biaya dan waktu evaluasi yang jelas. Hal ini cocok bagi mereka yang ingin fleksibilitas tanpa terikat terlalu lama pada satu kendaraan.Namun, sewa mobil juga bisa jadi masalah jika kebutuhan tidak dihitung dengan benar. Kesalahan memperkirakan jarak tempuh atau asal tergiur cicilan murah sering menjadi sumber cerita buruk.Membeli mobil tetap relevan bagi mereka yang ingin kepemilikan penuh dan jarang ganti kendaraan. Terutama jika mobil dipakai stabil dan dirawat dalam jangka sangat panjang.