Fitur self charging pada mobil hybrid ada dua cara, yakni lewat mesin bakar dan rem regeneratif. Agar efisiensi meningkat, pengemudi perlu mengoptimalkan rem regeneratif. Dengan cara tersebut, baterai bisa terisi tanpa harus menggunakan bensin. Pasalnya, saat deselerasi, sistem akan mengubah gaya kinetik menjadi daya listrik. Hanya saja, gaya kinetik terbatas selama roda mobil masih berputar. Ketika roda sudah berhenti, maka gaya kinetik akan habis dan proses menghasilkan daya listrik juga berakhir. Lantas, self charging di mobil hybrid akan lebih optimal dengan cara melepas injakan pedal gas saja atau perlu menginjak pedal rem? Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota - Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan, ketika pengemudi mobil hybrid melepas pedal gas, sistem akan membaca terjadi deselerasi dan self charging aktif. “Di layar monitor ada ilustrasinya, bagaimana aliran arus listrik dari roda ke baterai, baik saat lepas gas atau menginjak pedal rem, semua masuk mode deselerasi, self charging tetap maksimal,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Rabu (21/1/2026). Ilustrasi baterai mobil hybrid. Meski self charging memanfaatkan gaya dorong kendaraan saat deselerasi, bukan berarti sistem tidak mendeteksi ketika pengemudi menginjak pedal rem. “Misal pedal rem diinjak, laju mobil akan berkurang, sehingga energi kinetik menurun, sehingga berdasarkan logika, listrik yang dihasilkan akan menurun, tapi di Toyota tak berlaku,” ucap Muchlis. Electronic control unit (ECU) hybrid ini yang menentukan besar kecilnya daya listrik yang dihasilkan oleh self charging, selama kondisi baterai tidak penuh. Sementara aktuator-nya motor generator. Ilustrasi self charging mobil hybrid Toyota “Ada 2 motor generator di dalam transmisi, salah satunya berfungsi menghasilkan listrik untuk mengisi baterai dan menggerakkan motor listrik, dalam kondisi normal (cruising),” ucap Muchlis. Namun, pada kondisi tertentu, seperti akselerasi, mode EV aktif, dan pengereman, mobil hybrid membutuhkan motor generator kedua. Generator kedua ini berperan menggerakkan mobil saat kecepatan rendah, menghasilkan tenaga ekstra ketika akselerasi dan juga menghasilkan daya listrik tambahan untuk disimpan di baterai ketika pengemudi mengerem. Tampilan layar display (MID) New Veloz Hybrid “Kedua motor itu dikemas dalam satu komponen, masing-masing fungsinya diatur oleh ECU, begitu juga besar kecilnya transferan daya listrik, sehingga mau lepas gas saja atau sambil injek pedal rem, self charging tetap optimal,” ucap Muchlis. Paryudi, Technical Leader Nasmoco Bantul, Yogyakarta mengatakan, sepintas anggapan deselerasi tanpa menginjak pedal rem bisa mengoptimalkan self charging, tapi itu tidak benar. “Faktanya, saat deselerasi tanpa menginjak pedal rem, rem regeneratif akan aktif, sementara saat pedal rem diinjak, porsinya akan ditambah, sehingga energi kinetik yang diubah menjadi daya listrik lebih banyak,” ucap Paryudi kepada KOMPAS.com, Selasa (20/1/2026). Ilustrasi mengerem mobil. Secara logika, menginjak pedal rem sama saja akan memperpendek durasi mobil melaju saat proses rem regeneratif bekerja, sehingga dianggap daya listrik yang dihasilkan lebih sedikit. “Mobil hybrid punya ECU sebagai pusat perintah, sistem akan membaca ketika pengemudi menginjak pedal rem atau tidak, saat pedal rem diinjak porsi rem regeneratif akan bertambah,” ucap Paryudi. Sehingga, ketika pengemudi menginjak pedal rem atau hanya melepas pedal gas saat deselerasi, tidak berpengaruh terhadap efisiensi self charging. “Rem regeneratif akan mencapai puncak kinerjanya ketika mobil lewat jalan menurun, pengemudi bisa menginjak pedal rem dan memposisikan tuas transmisi ke B, maka self charging akan optimal,” ucap Paryudi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang