Mencari suku cadang copotan untuk mobil matik bisa menjadi solusi hemat, terutama bagi pemilik mobil lawas yang sulit menemukan suku cadang baru. Namun, membeli part bekas juga berisiko jika tidak teliti, karena kualitas dan fungsi komponen bisa berbeda-beda tergantung asalnya. Menurut Agus, pengelola bengkel Dua Sekawan Sulaeman di Jakarta Barat, kunci utama dalam membeli suku cadang copotan adalah memastikan komponen berasal dari sumber yang tepercaya dan kondisi masih layak pakai. "Pastikan Anda membeli dari orang atau bengkel yang sudah dikenal. Jangan tergiur harga murah tanpa memastikan kualitasnya. Kalau bisa, periksa bagian penting seperti transmisi, gear, atau chip internal sebelum dibawa pulang," ujar Agus saat ditemui KOMPAS.com, di Jakarta Barat, Jumat (9/1/2026). Di tengah kelangkaan suku cadang mobil matik lawas, bengkel ini tetap dicari dengan mengandalkan kepercayaan dan part copotan. Agus menjelaskan, banyak pemilik mobil terkadang membeli suku cadang copotan tanpa melihat sejarah penggunaannya, padahal faktor usia dan cara pemakaian sebelumnya menentukan masa pakai selanjutnya. "Kalau partnya dari mobil yang pernah rusak parah atau dipaksakan jalan, meski terlihat utuh, biasanya daya tahannya lebih pendek. Jadi cek dulu kondisi fisik dan fungsi sebelum membeli," tambahnya. Selain itu, Agus menekankan pentingnya menyesuaikan suku cadang dengan tipe dan tahun mobil. Part yang tidak sesuai bisa menimbulkan kerusakan lebih lanjut atau membuat transmisi bekerja tidak optimal. "Jangan asal cocok di mata saja. Pastikan merek dan tipe sama, terutama untuk mobil Jepang atau sedan lawas. Kalau ragu, minta saran dari bengkel tepercaya," ujar Agus. Terakhir, Agus menyarankan untuk selalu memiliki jaringan atau kenalan di bengkel spesialis. Dengan begitu, suku cadang langka bisa dicari secara aman, baik baru maupun copotan, tanpa risiko dibohongi kondisi atau kualitasnya. "Orang yang punya relasi dan reputasi bagus biasanya bisa bantu mencarikan part sulit dengan aman. Itu lebih penting daripada sekadar harga murah," kata Agus. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang