Pasar mobil Rp 100 jutaan sampai Rp 200 jutaan dulu diisi model dari LCGC atau low cost green car. Tapi sejak muncul BYD Atto 1, ada tambahan pilihan dengan konfigurasi listrik berbasis baterai. LCGC selain harganya relatif terjangkau, punya keunggulan dari segi konsumsi BBM. Tapi bagaimana kalau mobil listrik murah seperti Atto 1 diadu kehematannya dengan LCGC seperti Honda Brio Satya? Dari sisi spesifikasi, Atto 1 dibekali motor listrik dengan tenaga sekitar 75 TK dan torsi 135 Nm. Mobil ini dua pilihan dengan jarak tempuh 300 km dan 380 km dalam sekali pengisian. Sementara Brio mengandalkan mesin bensin 1.200 cc yang menghasilkan tenaga sekitar 90 TK dan torsi 110 Nm. Karakter utamanya ringan dan efisien untuk penggunaan harian di perkotaan. BYD Atto 1 IIMS 2026 Untuk efisiensi konsumsi listrik, Atto 1 mampu mencatat hingga 8,5 km per kWh berdasarkan pengujian Kompas.com. Angka ini bisa berubah tergantung kondisi lalu lintas, gaya berkendara, dan beban kendaraan. Adapun konsumsi BBM Brio cukup variatif, berada di kisaran 16 km per liter hingga 20 km per liter. Ini menjadikannya salah satu mobil bensin paling irit di kelasnya. Sebagai simulasi adil, digunakan penggunaan harian Bogor–Jakarta pulang-pergi sejauh 100 km–120 km selama 30 hari. Total jarak tempuh berkisar 3.000 km hingga 3.600 km per bulan. Dengan harga Pertamax Rp 12.300 per liter, Brio membutuhkan sekitar 150–225 liter bensin per bulan. Biaya bahan bakarnya berkisar Rp 1,84 juta hingga Rp 2,77 juta. Sementara itu, Atto 1 membutuhkan sekitar 353–424 kWh listrik per bulan. Jika dicas di rumah dengan tarif Rp 1.444 per kWh, biayanya berkisar Rp 509.000 hingga Rp 612.000. Jika mengandalkan SPKLU dengan tarif sekitar Rp 2.400–Rp 2.500 per kWh, biaya naik menjadi Rp 847.000 hingga Rp 1,06 juta per bulan. Meski demikian, tetap lebih hemat dibanding mobil bensin. Dari sisi biaya operasional, mobil listrik jelas unggul dengan selisih hingga lebih dari Rp 2 juta per bulan. Namun, ada beberapa hal yang masih menjadi pertimbangan konsumen. Mobil listrik memang murah digunakan, tetapi sebagian orang masih khawatir soal jarak tempuh, terutama saat dibutuhkan untuk perjalanan jauh. Risiko kehabisan daya di tengah perjalanan masih menjadi kekhawatiran utama. Sebaliknya, mobil bensin seperti Brio tidak menghadapi masalah tersebut. SPBU tersedia luas, proses pengisian cepat, dan antrean relatif lebih singkat. Dari sisi perawatan, mobil listrik unggul karena komponennya lebih sedikit dan minim servis rutin. Namun, teknologi yang lebih modern juga membuat potensi masalah belum sepenuhnya terpetakan, mulai dari baterai, motor listrik, hingga controller. Sementara itu, teknologi mesin bensin pada Brio sudah sangat umum dan dipahami luas. Jika terjadi masalah, jaringan bengkel resmi Honda tersebar di berbagai daerah, bahkan bengkel biasa pun mampu menangani perbaikannya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang