Honda Brio bekas masih banyak diminati konsumen dengan bujet terbatas karena cocok digunakan untuk mobilitas harian dan memiliki biaya operasional yang relatif terjangkau. Namun, sebelum membeli Honda Brio bekas, calon konsumen sebaiknya memahami sejumlah penyakit bawaan yang umum muncul dan kisaran biaya perbaikannya. Elin Estanto, Pemilik GK Auto Service Spesialis Honda Gunung Kidul mengatakan Brio lawas sebenarnya merupakan mobil yang jarang bermasalah, hanya saja karena usianya sudah 10 tahunan maka ada beberapa kerusakan yang perlu dipahami. “Kerusakan paling umum pada Brio lawas adalah kondisi kaki-kakinya yang mulai perlu diganti, jika tidak maka kenyamanan mobil ini akan tergadaikan,” ucap Elin kepada Kompas.com, belum lama ini. Honda Brio Satya CVT, LCGC dengan segudang fitur pemanja. Selain kaki-kaki, Elin juga mengatakan perlu dilakukan pemeriksaan kebocoran oli di area V-TEC karena beberapa kejadian seal tersebut perlu diganti. “Seal V-TEC pada Brio lawas biasanya sudah perlu diganti, ditandai dengan adanya basahan oli di area tersebut, itu menandakan elastisitas karet sudah menurun, akhirnya oli mesin rembes secara perlahan,” ucap Elin. Untuk biaya perbaikan kaki-kaki Brio lawas, Elin mengatakan bisa bervariasi tergantung kerusakan, kualitas onderdil yang digunakan dan sejauh apa perbaikannya. “Jika ditotal secara keseluruhan, perbaikan kaki-kaki Brio lawas butuh dana mulai Rp 3,5 juta sampai Rp 7 juta, untuk onderdil dengan kualitas genuine memang lebih mahal,” ucap Elin. Kemudian, untuk biaya perbaikan kebocoran seal V-TEC pada Honda Brio lawas masih relatif murah karena hanya memerlukan penggantian seal karet, dengan estimasi biaya sekitar Rp 200.000. Perlu dicatat, tarif tersebut bisa berbeda-beda tergantung tingkat kerusakan, lokasi bengkel, serta jenis suku cadang yang digunakan, baik aftermarket maupun genuine. Honda Brio Satya 2016. Sementara, Iwan, pemilik bengkel motor Iwan Motor Solo, mengatakan untuk Honda Brio secara umum termasuk mobil yang bandel, irit, dan biaya perawatannya relatif ringan. “Karena itu pasar bekasnya juga cukup bagus. Tapi tetap ada beberapa hal yang biasanya perlu diperhatikan saat membeli Brio bekas,” kata Iwan kepada Kompas.com, Senin (18/5/2026). Iwan menjelaskan, beberapa penyakit bawaan atau keluhan yang cukup sering ditemui pada Honda Brio antara lain kaki-kaki depan mulai bunyi akibat usia pemakaian tinggi atau sering melewati jalan rusak. Khusus varian CVT, perawatan transmisi perlu diperhatikan karena oli CVT yang telat diganti bisa memicu gejala gredek atau hentakan saat akselerasi. Sementara pada sektor AC, performa pendinginan biasanya mulai menurun akibat evaporator kotor atau usia kompresor. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang