Belakangan ini, PT Honda Prospect Motor (HPM) jadi perbincangan setelah satu kode misterius nongol di laman Samsat-PB DKI Jakarta. Di halaman 3 nomor 21, tercantum kode JG6 A EV ZZE dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 257 juta. Digadang-gadang sebagai ‘Brio listrik’. Sebagai informasi, NJKB itu bukan harga on the road. Itu masih harga dasar sebelum pajak, BBN, dan biaya lainnya. Artinya, potensi harga jual aslinya bisa beda tipis, atau justru lebih menarik. Kode tersebut diyakini kuat mengarah ke Honda Super One, city car listrik yang sudah lebih dulu meluncur di Singapura awal 2026 setelah debut di Jepang. Di Indonesia, mobil ini bahkan sudah sempat tertangkap kamera lagi uji jalan. Sinyal kehadirannya juga diperkuat pernyataan Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM). “Kami berencana melincurkan dua model hybrid dan satu BEV sepanjang 2026. Strategi ini mempertegas komitmen menuju mobilitas ramah lingkungan sekaligus menjawab tren kendaraan rendah emisi di Indonesia,” ujarnya di sela-sela acara Honda Media Award, Selasa (3/3/2026). Billy bahkan mengakui mobil yang diuji jalan di Indonesia adalah unit yang sama dengan yang terdaftar di Samsat. “Kalau ditanya, apakah mobil yang dites uji jalan di Indonesia itu adalah mobil yang terdaftar di Samsat itu jawabannya ya, itu adalah sama mobil yang didaftar di Samsat. Itu mobil yang dilakukan uji jalan di Indonesia. Jadi kalau mobil itu sudah diuji coba, tentunya kita punya rencana konkret untuk mobil itu di sini,” jelasnya. Soal nama resmi dan harga final? Masih disimpan rapat. Kalau benar dilepas di kisaran Rp 200 jutaan, ini bakal jadi game changer buat Honda. Saat ini HPM baru punya satu EV di Indonesia, yakni Honda e:N1, itu pun dengan skema sewa sekitar Rp 22 jutaan per bulan selama lima tahun. Tapi medan tempurnya di pasar EV Tanah Air tak mudah. Sudah ada pemain agresif asal Tiongkok seperti BYD Atto 1 di Rp 199 juta dan Changan Lumin EV di Rp 183 juta (OTR Jakarta). Kalau Honda Super One benar masuk dengan positioning harga kompetitif, segmen EV mungil bakal makin panas. Dan kali ini, Honda tak hanya jadi penonton. Apakah akan meluncur di GIIAS 2026? Bisa jadi. Menurut DeepEnder, berapa harga jual yang cocok buat calon ‘Brio listrik ini?