Honda Prelude yang baru saja meluncur di Indonesia mulai mengalami fenomena goreng harga alias upping price atau penjualan kembali dengan harga di atas banderol resmi. Padahal, coupe hybrid tersebut baru dipasarkan PT Honda Prospect Motor (HPM) dengan harga Rp 974,9 juta. Namun, tak berselang lama setelah peluncuran, sebuah unit Honda Prelude dalam kondisi baru muncul di situs jual beli mobil bekas dengan harga Rp 1,4 miliar. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp 400 juta dibandingkan harga resmi yang ditetapkan pabrikan. Efek Kuota Terbatas Fenomena goreng harga biasanya terjadi pada model yang memiliki permintaan tinggi namun jumlah unit terbatas. Honda Prelude hanya dialokasikan sebanyak 150 unit untuk pasar Indonesia pada tahun ini. Kondisi tersebut membuat mobil sport elektrifikasi tersebut menjadi incaran kolektor maupun penggemar Honda. Tak heran apabila sebagian pihak mencoba memanfaatkan tingginya minat pasar dengan menawarkan kembali kendaraan tersebut pada harga yang lebih tinggi. Jumlah pemesanan Honda Prelude Prioritas Konsumen Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy mengatakan, pihaknya sebenarnya telah menyiapkan mekanisme pemesanan yang memprioritaskan konsumen yang benar-benar ingin menggunakan Honda Prelude. "Sebetulnya kami sudah memiliki mekanisme pemesanan Honda Prelude yang memprioritaskan konsumen perseorangan yang benar-benar ingin memiliki dan menggunakan mobil ini," kata Billy kepada Kompas.com, Kamis (11/6/2026). Salah satu langkah yang diterapkan adalah pembatasan perubahan nama pemilik setelah jadwal pengiriman kendaraan diumumkan. "Salah satunya melalui ketentuan bahwa nama yang terdaftar untuk pembuatan faktur dan STNK tidak dapat diganti setelah kami menginformasikan jadwal penerimaan unit kepada konsumen. Saat ini, seluruh 150 konsumen yang akan menerima Honda Prelude tahun ini sudah kami informasikan jadwal pengirimannya, sehingga nama yang terdaftar tidak lagi dapat diubah," kata Billy. Honda Prelude Peluang Dijual Kembali Tetap Ada Meski demikian, Honda mengakui tidak bisa sepenuhnya mencegah pemilik kendaraan menjual kembali mobil yang sudah diterima. Apalagi, Prelude merupakan model yang memiliki daya tarik tinggi dan jumlah unit yang terbatas. "Namun, kami juga memahami bahwa Honda Prelude memiliki daya tarik yang sangat tinggi dan jumlah yang terbatas. Karena itu, selalu ada kemungkinan beberapa pihak melihat peluang untuk menjual kembali kendaraan tersebut sebagai mobil bekas," kata Billy. Harga Pasar Masih Akan Bergerak Munculnya Honda Prelude dengan harga Rp 1,4 miliar menunjukkan tingginya antusiasme pasar terhadap model tersebut. Meski demikian, harga yang tercantum di situs jual beli belum tentu mencerminkan harga transaksi sebenarnya. Dalam banyak kasus, penjual memasang harga lebih tinggi untuk menguji respons pasar, terutama pada kendaraan yang baru meluncur dan memiliki kuota terbatas. Dengan jumlah unit yang hanya 150 unit pada tahun ini, harga Honda Prelude di pasar sekunder berpotensi tetap berada di atas harga resmi setidaknya hingga distribusi unit ke konsumen selesai dilakukan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang