Honda Super One dan VinFast VF 3 sama-sama hadir sebagai mobil listrik dengan dimensi mungil. Namun, keduanya membawa pendekatan yang cukup berbeda. Sebelum membandingkan lebih jauh, perlu diketahui bahwa kedua mobil ini memang berada di kelas harga yang berbeda. Honda Super One bermain di kisaran Rp 400 jutaan, sementara VinFast VF 3 hadir dengan harga mulai Rp 150 jutaan. Honda sejak awal menempatkan Super One bukan sebagai mobil listrik murah. Model ini dibuat untuk konsumen yang mencari sensasi berkendara khas Honda, terutama dari sisi performa dan pengalaman mengemudi. Sementara VinFast VF 3 lebih menyasar konsumen yang membutuhkan mobil listrik mungil dengan harga terjangkau untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Jadi, komparasi keduanya bukan sekadar soal siapa yang lebih murah atau lebih lengkap, melainkan melihat karakter dan tujuan penggunaan masing-masing mobil. Honda Super One Desain: Honda Sporty, VinFast Retro Dari sisi tampilan, Honda Super One membawa karakter yang lebih sporty dibandingkan mobil listrik mungil Honda lainnya. Hal itu terlihat dari penggunaan fender yang lebih mengembang, ban berprofil lebar, serta postur bodi yang dibuat lebih rendah. Desain tersebut memberikan kesan mobil kecil dengan karakter performa. Honda juga memberikan sentuhan lebih premium agar Super One tidak terlihat seperti mobil listrik perkotaan biasa. Sementara itu, VinFast VF 3 hadir dengan konsep retro-modern yang mengingatkan pada mobil mungil khas Jepang atau kei car. Bagian depan menggunakan lampu LED berbentuk huruf “V” sebagai identitas khas VinFast. Tampilan tersebut dipadukan dengan velg alloy 16 inci yang membuat mobil terlihat lebih kokoh meski memiliki dimensi kompak. Jika Honda Super One mengedepankan kesan sporty, VinFast VF 3 lebih menonjolkan desain unik dan fungsional untuk penggunaan harian. Vinfast VF3 Performa: Honda Super One Lebih Bertenaga Dari sisi performa, Honda Super One jelas berada di atas VinFast VF 3. Honda Super One dibekali motor listrik dengan tenaga 93 Hp atau sekitar 70 kW dengan torsi maksimum 162 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan. Mobil ini menggunakan platform yang disebut masih memiliki basis serupa dengan Honda N-ONE e: yang dipasarkan di Jepang. Namun dimensinya dibuat lebih besar sehingga tidak lagi masuk kategori kei car. Honda memang belum mengungkap kapasitas baterai secara resmi. Namun, kemampuan pengisian cepat DC dari 20 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit membuat kapasitas baterainya diperkirakan berada di kisaran 29,6 kWh.