Pergeseran pola pikir masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan kini mulai mengarah pada konsep mobilitas sebagai layanan (mobility as a service). Pengamat otomotif Yannes Martinus menilai bahwa generasi konsumen saat ini, khususnya Milenial dan Gen Z cenderung mengutamakan pengalaman (experience) berkendara ketimbang sekadar kepemilikan fisik kendaraan secara permanen. "Sekarang orang mulai melihat design as a service. Kalau bahasa lebay-nya, mencintai itu tidak harus memiliki. Selama pakai harus senang, enggak nyusahin. Kalau makin lama nyusahin, ganti saja," ujar Yannes di GIIAS 2026 belum lama ini. VinFast Limo Green di GIIAS 2026 Enggan Diribetkan Biaya Tak Terduga Yannes menjelaskan bahwa konsumen muda bertindak lebih rasional saat membeli kendaraan. Mereka tidak lagi memegang teguh loyalitas merek, melainkan mencari jaminan purna jual agar tidak dibebani oleh pengeluaran tak terduga selama penggunaan harian. Salah satu kekhawatiran terbesar konsumen saat hendak beralih ke mobil listrik adalah komponen baterai, yang harganya dapat mencapai 40 persen dari total nilai kendaraan baru. "Yang dicari itu peace of mind. Jangan sampai rasa senang waktu beli berlanjut kecewa karena ternyata perawatan mahal atau harga baterai yang tinggi," kata Yannes. Test Drive VinFast di GIIAS 2026 Sewa Baterai VinFast Bebaskan Risiko Konsumen Melihat kecenderungan pasar tersebut, strategi battery subscription atau sewa baterai yang ditawarkan pabrikan asal Vietnam, VinFast, dinilai Yannes menjadi solusi konkret yang sejalan dengan tren mobility as a service. Lewat skema ini, konsumen tidak perlu membeli baterai secara utuh saat bertransaksi di awal. Risiko penurunan kualitas baterai maupun biaya penggantian yang mahal tidak lagi ditanggung oleh pemilik kendaraan, melainkan dialihkan sepenuhnya kepada pabrikan. "Banyak ketidakpastian di mobil listrik. Nah, pabrikan ke depan tidak bisa hanya jual produk di level dealer, tapi harus ngejual sampai servis dan ekosistemnya hingga end of product," tuturnya. Model Bisnis Baru Menuju Kepastian Keberanian VinFast mengambil alih risiko kepemilikan baterai dianggap sebagai model bisnis baru yang progresif di industri otomotif tanah air. Langkah ini dinilai ampuh untuk meruntuhkan keraguan konsumen kelas menengah yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa perlu mengkhawatirkan penurunan nilai aset di masa depan. "Konsumen mencari efisiensi biaya operasional dan menghilangkan ketidakpastian. Jika manufaktur berani menjamin ekosistem dan melindungi nilai pakainya, itu akan mengubah cara orang memandang kepemilikan mobil listrik," pungkas Yannes.