Membeli kendaraan listrik tidak hanya soal menekan emisi gas buang, tetapi juga memperhitungkan efisiensi biaya operasional harian. Salah satu keunggulan finansial yang ditawarkan produsen asal Vietnam, VinFast, adalah fasilitas pengisian daya gratis (free charging) di stasiun V-GREEN hingga Maret 2029. Dengan ketersediaan lebih dari 4.300 titik stasiun pengisian daya yang tersebar di Indonesia, fasilitas ini berpotensi memangkas pengeluaran rutin pengguna secara signifikan. VinFast VF MPV 7 Seberapa besar akumulasi penghematannya jika dibandingkan dengan biaya bahan bakar minyak (BBM) mobil konvensional? Asumsi Jarak Tempuh Untuk menghitung proyeksi penghematan, simulasi ini menggunakan contoh penggunaan harian mobil keluarga seperti VinFast VF MPV 7. Asumsikan jarak tempuh rata-rata kendaraan untuk mobilitas harian di area perkotaan mencapai 50 km per hari. Dalam satu bulan (30 hari), total jarak tempuh yang dilalui berada di angka 1.500 km, atau setara dengan 18.000 km per tahun. BBM vs Pengisian Gratis Jika jarak 18.000 km per tahun tersebut ditempuh menggunakan mobil MPV bermesin bensin konvensional dengan konsumsi BBM rata-rata 1:12 (1 liter untuk 12 km), maka dibutuhkan sekitar 1.500 liter BBM dalam setahun. Dengan asumsi mengonsumsi BBM jenis RON 92 seharga Rp 15.950 per liter, pemilik mobil bensin harus menyiapkan anggaran pengeluaran rutin sebagai berikut: Biaya BBM per bulan: 125 liter x Rp 15.950 = Rp 1.993.750 Biaya BBM per tahun: 1.500 liter x Rp 15.950 = Rp 23.925.000 VinFast VF MPV 7 Sementara itu, pengguna mobil listrik VinFast yang rutin memanfaatkan jaringan pengisian daya V-GREEN selama masa promo hingga Maret 2029 tidak perlu mengeluarkan biaya untuk energi kendaraan (Rp 0). Hemat Puluhan Juta Rupiah Mengacu pada simulasi tersebut, pemilik mobil listrik VinFast dapat menghemat biaya operasional hingga Rp 23,9 juta per tahun dari sektor pengisian daya saja. Jika diakumulasikan selama kurun waktu hampir tiga tahun hingga berhentinya program free charging pada Maret 2029, total dana operasional yang berhasil dihemat pemilik kendaraan bisa menembus angka Rp 50 juta. Nominal penghematan tersebut belum memperhitungkan nilai tambah dari program kepemilikan "Drive for Green" lainnya, seperti bebas biaya langganan baterai (free subscription) selama dua tahun pertama yang kian memangkas biaya kepemilikan (Total Cost of Ownership).