Peralihan ke kendaraan listrik bukan lagi sekadar persoalan memilih mobil tanpa mesin bensin. Bagi VinFast Indonesia, keputusan tersebut juga harus memberikan rasa aman kepada konsumen sejak pembelian hingga bertahun-tahun setelah kendaraan digunakan. Gagasan itu menjadi salah satu fokus VinFast saat tampil dalam GIIAS Surabaya 2026 yang berlangsung di Grand City, mulai 26–30 Agustus 2026. Melalui konsep Drive Worry Free, VinFast ingin menjawab berbagai kekhawatiran yang selama ini muncul ketika masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik. “Tentunya kami ingin menjadi solusi bagi adaptasi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani kepada jurnalis termasuk Kompas.com. Menurutnya, konsumen tidak seharusnya hanya menghitung harga kendaraan ketika memutuskan membeli mobil listrik. “Maka yang perlu kita pikirkan bukan hanya harga beli, tetapi sebenarnya kira-kira berapa biaya yang harus saya keluarkan selama memiliki kendaraan listrik, misalkan empat atau lima tahun ke depan,” imbuhnya. Karena itu, VinFast memperkenalkan Zero Operating Cost sebagai salah satu bagian dari konsep tersebut. Seorang calon pembeli mobil listrik VinFast melakukan tes drive yang bisa dilakukan di diler Wiyung Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/8/2026) siang. Konsumen dapat melihat perhitungan biaya kepemilikan melalui fitur TCO Calculator di situs VinFast Auto ID. “Jadi, Total Cost of Ownership, bisa melihat kira-kira selama 4.000-5.000 kilometer atau empat sampai lima tahun, sebenarnya berapa uang yang harus saya keluarkan pada saat memiliki kendaraan listrik,” ujar pria yang biasa disapa Rinaldi itu. “Di situ kita bisa langsung membandingkan penghematannya berapa persen,” sambungnya. Nilai Jual Kembali Jadi Perhatian Apalagi saat ini baterai juga menjadi salah satu komponen yang kerap membuat calon pengguna kendaraan listrik berpikir ulang. Kekhawatiran mengenai kerusakan dan biaya penggantian baterai menjadi persoalan yang ingin dijawab VinFast. “Nah, VinFast punya konsep baterainya itu adalah Lifetime Battery Warranty. Jadi, dengan konsep yang kami miliki dengan sistem baterai sewa, itu mempermudah akses orang ke kendaraan listrik," kata Rinaldi Ramdani. Dengan skema tersebut, VinFast ingin mengurangi beban konsumen terhadap risiko biaya baterai selama masa penggunaan kendaraan. Selain baterai, nilai jual kembali kendaraan listrik juga menjadi pertanyaan yang tidak kalah penting. Salah satu mobil listrik keluaran VinFast VF MPV 7 yang ada di diler Wiyung Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/8/2026) siang. Untuk menjawab persoalan tersebut, VinFast menghadirkan Resale Value Guarantee yang saat ini mungkin tidak banyak brand yang bisa menjawab. “Jadi, VinFast menjamin kembali pembelian mobil berapa itu dalam jangka waktu empat tahun hingga 80%.” Perluas Jaringan Servis Selain itu yang menjadi kekhawatiran konsumen tidak berhenti pada baterai dan nilai jual kembali. Sebab ketersediaan layanan purnajual juga menjadi faktor penting sebelum membeli kendaraan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, VinFast menyebut telah memiliki jaringan diler dan bengkel resmi di berbagai wilayah Indonesia. “Jadi, saat ini kami secara nasional sudah memiliki 40 diler yang tersebar di seluruh Indonesia serta 100 lebih bengkel resmi yang menerima servis VinFast untuk melakukan perawatan berkala maupun menangani kendala yang dialami.” Sehingga melalui rangkaian program tersebut, VinFast ingin membuat kepemilikan kendaraan listrik tidak lagi dipandang sebagai keputusan yang penuh risiko, melainkan sebagai pilihan mobilitas dengan dukungan yang terukur. “Dari sini kami berharap bahwa Drive Worry Free ini memberikan satu pandangan baru kepada customer di Indonesia bahwa memiliki kendaraan listrik," Tidak hanya kita berpikir mengenai hal-hal ini, tapi juga harus dipikirkan kira-kira selama kurang lebih menggunakan kendaraan dari empat sampai lima tahun ke depan, apa yang harus saya keluarkan dan apa yang harus saya pikirkan,” “Di VinFast, kami memberikan kenyamanan dan keamanan pada saat customer menggunakan kendaraan tadi,” pungkasnya.