Honda WR-V menjadi salah satu pilihan di segmen SUV kompak yang cukup diminati konsumen Indonesia. Selain menawarkan desain yang sporty, mobil ini juga dibekali mesin 1.5 liter yang diklaim punya performa mumpuni sekaligus tetap efisien untuk penggunaan harian. Salah satu pengguna Honda WR-V, Amelia Tri, wiraswasta asal Tangerang Selatan, membagikan pengalamannya selama hampir tiga tahun menggunakan Honda WR-V RS non Honda Sensing tahun 2023 berwarna hitam. Mobil tersebut kini sudah menempuh jarak sekitar 50.000 kilometer. Menurut Amelia, selama digunakan untuk aktivitas sehari-hari hingga perjalanan jauh, WR-V miliknya masih tergolong tangguh dan tidak banyak memberikan masalah. Irit dan Nyaman Salah satu hal yang paling dirasakan Amelia dari Honda WR-V adalah konsumsi bahan bakarnya yang cukup irit, terutama saat digunakan di kondisi jalanan perkotaan seperti Jakarta yang sering menghadapi kemacetan. Honda WR-V "Termasuk mobil yang irit, apalagi untuk dipakai di Jakarta yang banyak macetnya. Konsumsi BBM 14 km per liter," kata Amelia kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2026). Selain efisiensi bahan bakar, Amelia juga merasa Honda WR-V cukup mudah dikendarai. Menurutnya, karakter mobil ini cocok untuk pengguna yang menginginkan kendaraan dengan handling ringan dan mudah dikendalikan. "Nyetir enak, buat cewek handling-nya tidak berat, gampang dikendaliin. Fiturnya juga sudah cukup seperti ada Apple CarPlay yang kepakai setiap hari," ujarnya. Tak hanya digunakan untuk perjalanan dalam kota, WR-V miliknya juga beberapa kali diajak perjalanan jauh dari Jakarta menuju Malang. Meski sudah mencapai jarak pemakaian 50.000 kilometer, Amelia menyebut mobilnya masih bisa diandalkan. "Sejauh ini tidak rewel, padahal sudah 50.000 km yang mana masih tiga tahun pemakaian. Aku buat bolak-balik Jakarta-Malang juga enggak kenapa-kenapa. Cukup tangguh," ucapnya. Biaya Servis Mesin Honda WR-V Meski punya sejumlah kelebihan, Honda WR-V juga bukan tanpa kekurangan. Salah satu hal yang menjadi perhatian Amelia adalah biaya perawatan berkala yang menurutnya cukup terasa karena tidak mendapatkan fasilitas servis gratis. Menurut dia, setiap kali melakukan servis berkala, biaya yang harus dikeluarkan berada di kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. "Dari segi biaya servis tidak dapat free. Lumayan juga tiap waktunya servis pasti habis di Rp 1,5 juta sampai Rp 2 jutaan," kata Amelia. Ia menilai, beberapa mobil lain di kelas yang sama sudah menawarkan program servis gratis sehingga biaya kepemilikan kendaraan bisa lebih ringan bagi konsumen. Cat Hitam Cepat Kusam Selain biaya perawatan, kualitas cat juga menjadi sorotan Amelia setelah menggunakan WR-V selama tiga tahun. Ia memilih warna hitam karena berharap tampilan mobil tetap terlihat rapi dan tidak mudah terlihat kotor. Namun, tanpa tambahan perlindungan seperti Paint Protection Film (PPF), Amelia merasa warna hitam pada WR-V miliknya mulai terlihat kusam. "Setelah dipakai tiga tahun dan aku enggak pakai PPF, kelihatan kusam untuk catnya. Padahal niatnya pilih hitam biar enggak kelihatan buluk, cuma kok ternyata hitamnya Honda kurang bagus ya," kata dia. Meski ada beberapa kekurangan, Amelia tetap menilai Honda WR-V sebagai mobil yang cukup memuaskan untuk kebutuhan sehari-hari. Efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, serta ketangguhannya saat dipakai perjalanan jauh menjadi alasan dirinya masih mempertahankan mobil tersebut.