Komitmen Honda dalam mengembangkan kendaraan listrik di kawasan Asia dipastikan tetap berjalan, meski pabrikan asal Jepang tersebut mengambil langkah berbeda di pasar Amerika Utara. Penyesuaian strategi global ini disebut sebagai bagian dari respons terhadap dinamika pasar yang terus berubah. Sebelumnya, Honda telah mengumumkan pembatalan proyek produksi mobil listrik untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada. Keputusan tersebut cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya perusahaan sudah memaparkan rencana ekspansi kendaraan listrik secara agresif di wilayah tersebut. Pada sisi lain, arah pengembangan di Asia justru menunjukkan sinyal yang berlawanan. Tak lama setelah kabar pembatalan itu mencuat, beredar video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas uji jalan mobil listrik Honda di India, memperkuat indikasi bahwa proyek di kawasan ini tetap berlanjut. Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy menjelaskan, perubahan strategi di Amerika Utara bukan berarti menghentikan ambisi elektrifikasi secara keseluruhan. Menurut dia, langkah tersebut diambil untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar setempat yang memiliki karakteristik berbeda. "Sementara itu, pengujian model listrik di India juga sejalan dengan fokus Honda untuk menghadirkan produk yang paling relevan, khususnya bagi pasar Asia," ujar Billy, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Komitmen Honda terhadap elektrifikasi juga terlihat dari rencana jangka panjang yang telah dipaparkan sebelumnya. Pada ajang Japan Mobility Show 2025, Honda mengungkapkan bahwa model produksi dari SUV listriknya, Honda 0 α, akan mulai dipasarkan secara global pada 2027. Desain depan Honda 0 Alpha, punya logo baru perusahaan dengan bahasa desain segar. Distribusi model tersebut akan diawali dari Jepang dan India sebagai pasar utama, sebelum kemudian diperluas ke negara-negara lain di kawasan Asia. Strategi ini menegaskan bahwa Asia menjadi salah satu fokus penting dalam roadmap elektrifikasi Honda ke depan. "Untuk di Indonesia, kami akan terus mempelajari perkembangan pasar dan berkomunikasi dengan prinsipal agar dapat menghadirkan model yang sesuai dengan kebutuhan konsumen disini, termasuk dengan memperkuat peran model hybrid sebagai langkah transisi menuju era elektrifikasi," kata Billy. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang