Sony Honda Mobility memutuskan menghentikan pengembangan mobil listrik Afeela, setelah Honda mengubah arah strateginya di segmen kendaraan listrik alias EV. Perusahaan patungan antara Sony dan Honda itu menilai proyek Afeela tidak lagi layak dilanjutkan, seiring keputusan Honda memangkas rencana pengembangan EV. Kondisi pasar global juga turut memengaruhi. Di Amerika Serikat, dukungan terhadap kendaraan listrik dikurangi, sementara permintaan di Eropa tidak sekuat yang diperkirakan. Sosok sedan listrik Afeela 1, hasil. kolaborasi antara Honda dan Sony. Dilansir dari Reuters, bagi Sony, penghentian proyek Afeela menambah daftar perusahaan teknologi yang mundur dari bisnis kendaraan listrik. Sebelumnya, Apple juga telah menghentikan proyek mobil listriknya yang dikembangkan selama satu dekade. Adapun di sisi lain, Xiaomi justru meluncurkan sedan listrik SU7 setelah lama fokus pada perangkat elektronik konsumen. Hal ini sekaligus menunjukkan sulitnya pemain baru menembus pasar yang saat ini didominasi Tesla dan produsen asal China. Afeela 1, mobil listrik buatan Sony Honda Mobility (SHM) Tak Punya Jalur Sony Honda Mobility menyatakan keputusan Honda membuat perusahaan patungan tersebut tidak lagi memiliki jalur yang jelas untuk membawa Afeela ke pasar. Pasalnya, proyek tersebut sejak awal mengandalkan teknologi dan aset dari Honda, yang kini tidak lagi tersedia sesuai rencana awal. Sony Honda Mobility dibentuk untuk menggabungkan keunggulan manufaktur Honda dengan kemampuan perangkat lunak dan gim milik Sony, guna bersaing di pasar kendaraan listrik global. Afeela, merek baru mobil listrik hasil buatan Honda dan Sony Sony Honda Mobility memastikan akan mengembalikan dana secara penuh kepada konsumen di California yang telah melakukan pemesanan Afeela 1. Adapun Afeela 1 merupakan model pertama yang direncanakan, dengan harga mulai dari 89.900 dollar AS atau setara Rp 1,42 miliar. Sebelumnya, pengiriman unit dijadwalkan mulai akhir tahun ini. Selain itu, model kedua berbasis prototipe terbaru sempat ditargetkan meluncur paling cepat pada 2028. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang