PT Honda Prospect Motor (HPM) buka suara soal kemungkinan Honda Super One meluncur di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. Kendaraan tersebut digadang-gadang akan menjadi calon Brio listrik.Ketika ditanya soal kemungkinan tersebut, Yusak Billy selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM tak bisa memberikan kepastian. Dia hanya memastikan, kendaraan itu telah menjalani sejumlah uji coba di Indonesia. "Kamu yang bicara ya (Super One meluncur di GIIAS 2026), tapi saya aminkan. Itu mobil kan sudah dicoba jalan di Indonesia ya. Berarti kita punya tujuan kongkret soal mobil itu mau diapakan di Indonesia," ujar Billy saat dikonfirmasi di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.Honda Super One Foto: Septian FarhanBilly memastikan, pihaknya sejauh ini belum melakukan riset atau studi soal harga kendaraan. Meski sempat muncul perkiraan di rentang Rp 400-500 jutaan, namun dia belum bisa memberikan kepastian."Studi soal harga belum ada, tapi harapannya berapa ya? Kita pelajarin terus lah ke depannya seperti apa," kata dia.Diberitakan sebelumnya, Honda Super One dipastikan masuk ke Indonesia tahun ini. Kepastian itu disampaikan Kepastian Honda Super One akan masuk Indonesia tahun depan disampaikan Large Project Leader Honda Super One, Hidetomo Horita di Japan Mobility Show atau JMS 2025.Honda Super One Foto: Septian FarhanHonda Super One dibangun dengan konsep e: Dash Booster yang mengutamakan joy of driving. Kendaraan berdimensi mungil tersebut punya fitur active sound control dan boost mode. Sementara motor listriknya berdaya 95 PS dengan jarak tempuh maksimum 295 km.Menariknya, meski ukurannya mungil, namun Super One tak dikategorikan sebagai kei car, melainkan hatchback seperti Honda Brio.Sebelum dijual di Indonesia, Super One telah lebih dulu meluncur di Singapura. Menariknya, di sana, kendaraan itu dibanderol hingga Rp 2 miliaran. Maklum, membeli mobil di Negeri Singa harus menebus Certificate of Entitlement alias COE.