Munculnya model-model mobil listrik dengan harga yang makin terjangkau, tidak membuat PT Honda Prospect Motor (HPM) gentar. Pabrikan asal Jepang tersebut tetap percaya diri melalui model low cost green car (LCGC) andalannya, Honda Brio Satya, yang diklaim punya pasar yang kuat di Indonesia. Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM Yusak Billy mengatakan, konsumen mobil listrik murah dan pembeli LCGC seperti Brio Satya pada dasarnya berasal dari segmen yang berbeda. Menurutnya, pembeli mobil listrik dengan banderol terjangkau umumnya bukan pembeli kendaraan pertama, melainkan tambahan untuk kebutuhan tertentu, termasuk faktor gaya hidup. “Saya rasa konsumen LCGC dan elektrik mobil murah itu berbeda. Orang yang ingin mencari mobil listrik murah itu biasanya mengikuti lifestyle, dan bukan mobil pertama. Biasanya mobil kedua atau ketiga,” ujar Billy, saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Billy menjelaskan, salah satu alasan mobil listrik murah dilirik adalah faktor fleksibilitas penggunaan, termasuk bebas aturan ganjil-genap. Karena itu, mobil listrik lebih sering dijadikan kendaraan pendamping. Interior Honda Brio Satya Sebaliknya, segmen LCGC seperti Brio Satya justru didominasi pembeli mobil pertama. Honda mencatat sekitar 70 persen konsumennya merupakan first time buyer. “LCGC itu kebanyakan dari first time buyer. Jadi yang benar-benar pertama memiliki mobil, pindah dari motor ke mobil, atau dari kendaraan umum ke mobil, itu banyak,” kata Billy. Karakter pembeli mobil pertama, lanjut dia, umumnya mempertimbangkan rasa aman dan ketenangan dalam kepemilikan kendaraan. Bukan hanya saat membeli, tetapi juga ketika merawat hingga menjual kembali. Biasanya faktor jaringan servis, kemudahan perawatan, hingga nilai jual kembali menjadi pertimbangan utama. “First time buyer itu cari peace of mind. Rasa nyaman, rasa aman. Jadi waktu dia beli, dia rawat, sampai dia jual lagi itu terasa aman,” ucap Billy. Changan Lumin ElectroRush Sementara itu, mobil listrik dinilai lebih banyak dibeli karena fungsi dan pendekatan gaya hidup. Pertimbangannya tidak selalu sama dengan konsumen mobil pertama di segmen LCGC. Dengan perbedaan profil tersebut, Honda menilai Brio masih berada di jalur pasar yang tepat dan tidak berhadapan langsung dengan mobil listrik murah dari sisi target konsumen. Berikut perbandingan harga Honda Brio dan mobil listrik murah: Honda Brio Satya Satya S M/T Rp 170,4 jutaSatya S CVT Rp 183,5 jutaSatya E M/T Rp 185,5 jutaSatya E CVT Rp 206,7 juta BYD BYD Atto 1 Dynamic : Rp 199.000.000BYD Atto 1 Premium : Rp 235.000.000 Changan Changan Lumin : Rp 183.000.000 Geely Geely EX2 Pro : Rp 229.900.000Geely EX2 Max : Rp 259.900.000 VinFast VinFast VF5 : Rp 212.000.000VinFast VF3 : Rp 195.000.000 Jaecoo Jaecoo J5 EV standar : Rp 249.900.000 KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang