PT Honda Prospect Motor (HPM) menyiapkan tiga model elektrifikasi baru untuk pasar Indonesia pada 2026, terdiri dari dua model hybrid dan satu battery electric vehicle (BEV). Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi elektrifikasi bertahap Honda di Tanah Air, dengan fokus utama pada penguatan lini hybrid. “Kita akan menambah 2 model hybrid dan menambah 1 model battery electric vehicle di 2026. Kami tidak hanya memperluas lini elektrifikasi, kami memastikan karakter khas Honda tetap kuat di era baru ini,” ujar Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ONE Prototipe di JMS 2025 Billy menjelaskan, arah elektrifikasi Honda selaras dengan target global perusahaan. Di mana, Honda membidik netral emisi karbon untuk produk kendaraan pada 2040 dan netral karbon secara keseluruhan perusahaan pada 2050. “Kalau kita kan memang di 2040 target kami natural emission untuk kendaraan dan 2050 secara company, secara keseluruhan. Jadi kita bertahap elektrifikasi itu. Sekarang fokusnya masih di hybrid, tetap juga mengintroduce beberapa kendaraan berbasis baterai juga,” kata Billy. Dua model hybrid yang akan hadir pada 2026 disebut merupakan penyegaran dari produk yang sudah ada. Strategi ini mempertegas bahwa hybrid masih menjadi tulang punggung transisi elektrifikasi Honda di Indonesia, seiring karakter pasar yang dinilai belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni. NJKB diguga Honda Super One "Iya, penyegaran dari produk yang sudah ada. Entah All New atau apa, lihat saja nanti ya," ujarnya. Sementara untuk BEV-nya, kendati masih dirahasiakan, besar kemungkinan ialah Super One atau Brio listrik dengan basis baterai. Sepanjang awal 2026, Honda juga telah melakukan sejumlah pembaruan produk. Empat model mendapat penyegaran sekaligus, yakni Honda WR-V, Honda BR-V N7X, Honda Brio Satya dengan varian baru S CVT, serta varian terbaru Honda CR-V e:HEV yaitu RS e:HEV. Khusus CR-V e:HEV, model ini menjadi representasi teknologi hybrid Honda yang mengedepankan kombinasi efisiensi bahan bakar dan performa berkendara khas Honda. Honda Luncurkan 4 Penyegaran Sekaligus Billy menegaskan, ekspansi lini elektrifikasi bukan sekadar menambah model, tetapi juga menjaga kepercayaan konsumen terhadap merek Honda. “Pada akhirnya, trust bagi kami tidak hanya pondasi utama yang sudah kami berikan tetapi komitmen yang tulus dan terus-menerus dilakukan sehingga Honda dikenal masyarakat,” ujar Billy. Dengan tambahan dua hybrid dan satu BEV pada 2026, Honda memperlihatkan strategi ganda yaitu memperkuat hybrid sebagai jembatan transisi, sekaligus mulai memperluas portofolio kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang