PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menghentikan produksi Honda City Hatchback di Indonesia dan memastikan tidak ada Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) untuk tahun produksi 2026. Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy menyampaikan, keputusan tersebut diambil seiring melemahnya permintaan di segmen hatchback nasional dalam beberapa waktu terakhir. “City Hatchback itu kita sudah stop produksinya, tapi penjualan masih ada karena demand-nya memang hatchback sekarang kurang. Tapi kalau teman-teman mau cari masih ada di diler,” ujar Billy di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Honda City Hatchback Indonesia (HACHI) nya beberapa waktu lalu," lanjut dia. Artinya, jalur produksi telah dihentikan, namun stok unit masih tersedia di jaringan diler selama persediaan masih ada. Billy menegaskan, langkah ini tidak serta-merta berarti model tersebut ditutup permanen. Evaluasi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan pasar. “Sekali lagi jangan bicara diskontinu total ya. Kita lihat perkembangan market seperti apa, itu menentukan kita perlu atau tidak. Bisa saja kalau market-nya butuh, market perlu, market-nya ingin, kenapa tidak?” katanya. Saat dipastikan mengenai NIK tahun 2026, Billy menjawab singkat bahwa perseroan sudah tidak lagi melakukan aktivitas produksi untuk model tersebut. “Sudah tidak ada,” ucapnya. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), City Hatchback terakhir diproduksi pada Maret 2025 atau akhir kuartal I/2025 sebanyak 120 unit. Honda City Hatchback RS Sementara distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat terakhir pada Juli 2025 dengan 66 unit. Secara total, wholesales sepanjang 2025 mencapai 456 unit, sedangkan total produksi pada periode sama sebanyak 400 unit. City Hatchback selama ini bermain di segmen hatchback ringkas. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar hatchback menyusut seiring pergeseran preferensi konsumen ke model sport utility vehicle (SUV). Dengan tidak adanya NIK 2026 dan produksi yang telah dihentikan, keberlanjutan model ini akan bergantung pada dinamika pasar ke depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang