Kemunculan Honda City Hatchback RS di Indonesia memang cukup kontroversi karena menggantikan Jazz RS yang diminati orang Indonesia. Tapi dimensinya yang ringkas serta kekuatan merek Honda tetap membuat City Hatchback RS menjadi salah satu pilihan city car untuk harian yang bisa diandalkan. Lathifah Kurniawati, pemilik City Hatchback RS keluaran 2022 menceritakan pengalamannya selama memakai mobil tersebut sekitar tiga tahun. Honda City Hatchback RS tahun 2022 milik Lathifah Salah satu poin yang Lathifah tekankan adalah mobilnya stabil ketika dikemudikan. Buat di perkotaan mobilnya lincah berkat dimensinya yang ringkas. "Buat di tol juga stabil. Selama pakai, di kecepatan 100 Kpj itu enggak terasa getaran berlebih. Bahkan kemarin sempat ban pecah setelah hantam lubang di tol, enggak oleng, aman," kata Lathifah kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026). Selain itu dari segi ukuran, City Hatchback RS juga mumpuni untuk membawa banyak penumpang dengan nyaman. Meski dari luar kelihatan tidak terlalu besar, kabinnya lega, penumpang duduk di belakang juga punya leg room yang besar. Honda City Hatchback RS tahun 2022 milik Lathifah "Empat orang duduk di belakang berdempetan juga masih muat. Padahal mobilnya tuh tidak terasa terlalu lebar, mirip dengan city car seperti Brio," kata Lathifah. Untuk bensin, Lathifah menggunakan mobilnya setiap hari dengan rute Depok-Jakarta. Berdasarkan catatan konsumsi BBM rata-rata, bisa mencapai 15,4 Km per liter. "Dari Depok ke Cikini kan sekitar 30 Km, kemarin sempat bensin tinggal satu strip dan sisa 40 Km lagi. Tapi masih bertahan sampai Cikini, masih bisa itu cari SPBU-nya," kata Lathifah. Buat kekurangannya, Lathifah merasa City Hatchback RS keluaran awal membutuhkan fitur Honda Sensing. Rasanya lebih lengkap kalau ada adaptive cruise control sampai Lane Keeping Assist. "Sama lampu di kabin nih enggak ada, yang di sun visor. Kalau perempuan kan butuh ya untuk make up, ini tuh enggak ada lampunya di kaca," kata Lathifah. Honda City Hatchback RS tahun 2022 milik Lathifah Lalu soal kepraktisan, wireless charging enggak ada di kabin, lalu Android Auto belum wireless, jadi masih harus pakai kabel. Kemudian untuk kamera mundur lebih lengkap kalau ada juga sensor yang suara. "Cuma yang di layar kan ada garis pemandu, cuma enggak ada bunyi alarm," kata Lathifah. Selain itu, City Hatchback RS selama dipakai tidak ada masalah yang berarti. Kekurangannya pun masih bisa diterima dan tetap bisa diandalkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang