PT Honda Prospect Motor (HPM) telah menghentikan produksi Honda City Hatchback di Indonesia. Ketika pertama kali meluncur di Tanah Air, kendaraan itu diposisikan sebagai suksesor atau penerus Honda Jazz yang masa baktinya telah berakhir.Honda City Hatchback pertama kali meluncur di Indonesia pada kuartal pertama 2021. Peluncuran mobil tersebut hanya berjarak sekian bulan dari penghentian produksi Honda Jazz. Ketika peluncuran lima tahun lalu, City Hatchback memang diposisikan sebagai suksesor Jazz di Tanah Air. Sebab, selain karakter dan model, performa kedua mobil itu juga terbilang mirip-mirip.New Honda City Hatchback RS CVT Foto: Honda Prospect MotorDi tahun pertamanya di Indonesia, City Hatchback terjual 6.942 unit. Namun, setelah itu, angkanya terus mengalami penurunan. Pada 2022, penjualannya merosot tipis menjadi 9.642 unit. Kemudian pada 2023, angkanya tersisa 2.880 unit.Tahun lalu, penjualan Honda City Hatchback di Indonesia hanya tembus 454 unit. Angka tersebut hampir seluruhnya disumbang varian RS terbaru yang meluncur awal 2025."City Hatchback itu kita sudah stop production-nya. Tapi penjualan masih ada. Soalnya demand hatchback belakangan sedang berkurang, tapi kalau teman-teman mau cari, stoknya masih ada di dealers," ujar Yusak Billy selaku Sales & Marketing and Aftersales Director PT HPM.Billy memastikan, City Hatchback telah disetop produksi sejak tahun lalu. Namun, dia tak menyebut detail tanggal dan bulannya. Meski demikian, kalau ada permintaan di masa depan, HPM tak menutup kemungkinan menjual kembali City Hatchback generasi terbaru."Ini jangan disebut discontinue total ya. Kayak Jazz dan Freed, ditulisnya kan 'disuntik mati'. Kita lihat perkembangan market seperti apa. Jadi bisa saja, kalau marketnya butuh, marketnya ingin, kenapa tidak (diproduksi lagi di masa depan)," kata dia.Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi City Hatchback terakhir kali dilakukan Maret 2025 dengan total 120 unit. Sementara distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) terakhir tercatat pada Juli 2025.