Honda Jazz generasi GD3 memang masih punya tempat spesial di hati pecinta mobil Jepang. Bentuknya yang ringkas, simpel, dan mudah dimodifikasi membuat hatchback ini tetap digemari hingga sekarang. Hal tersebut juga dirasakan Wendry, pemilik Honda Jazz tahun 2004 versi CBU yang kini tampil bergaya Mugen khas Jepang. Tampilannya, jadi terasa klimis, tapi tetap manis. Awalnya, mobil tersebut dibeli Wendry pada 2025 lalu dalam kondisi standar. Bahkan menurut dia, tampilannya masih sangat biasa dan belum punya sentuhan JDM sama sekali. “Awalnya ada teman showroom. Karena tahu saya main JDM, akhirnya dia nawarin saya kebetulan ada mobil ini. Saya butuh yang 1.3 dan harganya saya anggap masih masuk kelas,” kata Wendry kepada Kompas.com, Senin (11/5/2026). Setelah proses negosiasi, akhirnya mobil tersebut dibawa pulang. Modifikasi Honda Jazz GD3 Mugen S+ Pada awalnya, Wendry hanya berniat menggunakan Jazz tersebut sebagai kendaraan harian. “Itu awalnya mobil ini cuma buat harian,” ujar pria yang juga tergabung dalam komunitas JFC Chapter Bogor. Namun rencana tersebut berubah setelah dirinya mendapatkan satu set part Mugen dari Jepang. “Waktu itu saya kebetulan dapat part-nya. Seri GD ini kan ada 1, 2, 3. Nah kebetulan waktu di Jepang saya dapat yang seri 3-nya. Komplet part-nya, jadi saya mengubahnya ini tidak butuh waktu lama sebenarnya,” kata Wendry. Menariknya, hampir seluruh detail mobil kini menggunakan komponen asli Jepang. Mulai dari bodi, pintu, lampu, interior, hingga jok. “Part-nya semuanya badannya itu dari Jepang. Pintunya Jepang, joknya Jepang, karpetnya Jepang. Semuanya Jepang,” ujar Wendry. Ia mengatakan, saat ini hanya bagian mesin dan rangka yang masih mempertahankan bawaan asli mobil. “Jadi totalnya dia hanya mesin dan rangkanya aja sih. Selebihnya sudah Jepang semua,” kata dia. Untuk tampilan luar, Jazz milik Wendry tetap mempertahankan garis desain asli yang sederhana. Modifikasi Honda Jazz GD3 Mugen S+ Namun, sentuhan body kit Mugen membuat tampilannya terlihat lebih agresif tanpa berlebihan. Pada bagian belakang terpasang Mugen Wing, emblem Fit, hingga logo Honda Red Badge yang semakin menguatkan nuansa JDM. Lampu belakang model LED clear lens juga dipasang untuk memberikan kesan lebih modern. Sementara sektor kaki-kaki menjadi salah satu bagian paling mencolok. Mobil ini menggunakan pelek SSR Professor MS1 finishing chrome yang dipadukan ban profil tipis. Honda Jazz GD3 S+ Posisi mobil juga dibuat lebih ceper sehingga tampilan roda terlihat masuk rapat ke dalam fender. Awalnya, Wendry sempat menggunakan konsep Modulo pada mobil ini. Namun setelah mempelajari berbagai aliran modifikasi Honda, dirinya memutuskan beralih ke Mugen. “Karena Honda itu tuner-nya banyak ya sebenarnya. Ada Modulo, ada Mugen, ada Spoon juga. Setelah saya pelajarin, lebih banyak yang arahnya Spoon atau JsRacing. Kayaknya Mugen ini masih belum banyak, akhirnya saya putuskan ambil Mugen S+,” ujar Wendry. Honda Jazz GD3 S+ Tidak hanya tampilan, sektor mesin juga mendapat sentuhan modifikasi. Meski internal mesin masih tergolong standar, Wendry menambahkan turbo kit dan standalone ECU. “Overall untuk internal mesin itu dia standar, tapi saya tambahin turbo aja. Sama komputernya saya sudah pakai standalone fueltech fe450,” kata dia. Menariknya, turbo kit yang digunakan bukan bawaan plug and play. Wendry mengaku sempat mengganti ulang sistem turbo karena kit sebelumnya tidak cocok. “Awalnya saya ambil turbo kit dari teman. Tapi setelah saya bawa ternyata nggak cocok. Akhirnya saya bikin baru turbo kit-nya,” ujar Wendry. Masuk ke interior, nuansa Jepang juga terasa cukup kuat. Kabin menggunakan interior full spek Honda Fit Jepang lengkap dengan AC digital, karpet Mugen, jok original Jepang, hingga door trim bawaan negeri sakura. Bahkan detail pintu juga dibuat mengikuti spesifikasi Fit Jepang. “Versi Jepang itu bukanya ada tiga step. Kalau di sini cuma dua step. Jadi saya ambil pintunya lengkap, enggak saya copot,” kata dia. Bicara soal lama pengerjaan modifikasi, Wendry hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun membangun Jazz bergaya Mugen S+ tersebut dengan bantuan sejumlah bengkel, mulai dari, Mk autotehnika, Yag autotehnik, Suntio audio hingga Agung motor garage. Total biaya modifikasi yang sudah dikeluarkan juga cukup fantastis, yakni mencapai lebih dari Rp 300 juta. Spesifikasi modifikasi Honda Jazz GD3 : Kaki-kaki : Coilover F2 suspention BBK Brembo 4 pot 285mm Pelek SSR professor MS1 (R16 L8) Ban Toyo 205.45.16 Knalpot : Jasma (japan) Audio : HU Clarion Fullrage veruso vs2frsq Midbass veruso vs 6.1fr Speaker belakang veruso vs6.2 Power 4ch Impluse chi80 Power monoblok venom silver VD 2000 sii Subwoofer Ground Zero GZ12 w 10xspl Peredam audiostage Kabel kabel veruso KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang