PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan strategi tahun ini akan difokuskan terhadap penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan di tengah pasar otomotif yang semakin selektif dan kompetitif. Presiden Direktur HPM Shugo Watanabe mengatakan, tahun 2025 jadi periode penuh dinamika bagi industri otomotif nasional. Pasar disebut kian menantang, sementara ekspektasi konsumen terus berkembang. “Tahun 2025 adalah tahun yang penuh dinamika bagi industri otomotif. Pasar semakin selektif dan ekspektasi konsumen terus berkembang. Dalam setiap situasi, Honda memilih untuk melihat bisnis secara lebih luas. Kami tidak hanya fokus pada penjualan mobil baru,” ujar Watanabe di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Shugo Watanabe, Presiden Direktur Honda Prospect Motor (HPM) yang bar Menurutnya, Honda saat ini memiliki lebih dari 1,2 juta pelanggan di Indonesia yang menjadi fondasi arah strategi perusahaan ke depan. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil perseroan bukan lagi sekadar transaksi, melainkan membangun hubungan berkelanjutan sepanjang siklus kepemilikan kendaraan. “Bagi kami, ini adalah makna dari Connecting Moment, yaitu membangun hubungan yang tidak berhenti saat membeli mobil pertama, tetapi terus berlanjut selama pelanggan menggunakan Honda,” kata Watanabe. Di tengah transformasi industri dan tren elektrifikasi, Honda juga menekankan konsistensi karakter merek. Watanabe menyebut identitas Honda tetap berpegang pada nilai 'timeless, reliable, dan performance' yang menjadi fondasi perusahaan sejak awal. “Honda dibangun dari semangat engineering, keberanian berinovasi, dan keyakinan untuk memberi nilai nyata bagi kehidupan manusia. Nilai-nilai ini tetap kami pegang, meskipun industri berubah sangat cepat,” ujarnya. Senada dengan itu, Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy menyampaikan bahwa pasar otomotif nasional memang mengalami penurunan bertahap sejak 2022 dan berdampak pada seluruh pelaku industri, termasuk Honda. Honda Luncurkan 4 Penyegaran Sekaligus  “Namun bagi kami, ini bukan semata soal angka, melainkan bagaimana beradaptasi secara sehat dan berkelanjutan,” kata Billy. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Januari–Desember 2025 Honda membukukan penjualan wholesales sebanyak 56.500 unit. Capaian tersebut masih menempatkan merek asal Jepang itu di posisi kelima sebagai merek kendaraan roda empat atau lebih terlaris di Indonesia, namun performanya melambat 40 persen secara tahunan. Sementara itu, dari sisi penjualan ritel, Honda menempati peringkat ketiga dengan torehan 71.233 unit. Angka tersebut turun 30 persen dibandingkan pencapaian 2024 yang mencapai 103.023 unit. Dinamika ini sejalan dengan penurunan pasar otomotif nasional yang melemah sekitar 7 persen pada periode yang sama. "Pada 2025, penjualan ritel Honda lebih tinggi dibandingkan distribusi ke diler. Ini sebagai bagian dari penyesuaian stok dengan laju pasar yang melambat," kata Billy. "Tahun ini, strategi kami tidak hanya berorientasi pada penetrasi pasar, tapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan yang sudah mempercayai Honda. Menjaga loyalitas pelanggan menjadi prioritas,” tutupnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang