Lembaga pembiayaan Federal International Finance (FIF) mengumumkan kinerja positif sepanjang 2025. FIF mengumumkan telah meraup laba bersih hingga Rp 4,63 triliun, atau tumbuh hingga 4,92 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya 2024.Dalam siaran resmi yang diterima detikOto, PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan Astra dan bagian dari Astra Financial, mencatat laba bersih sebesar Rp 4,63 triliun pada periode Januari hingga Desember 2025.Direktur FIF, Valentina Chai menyampaikan bahwa apa yang dicapai perseroan tidak lepas dari kontribusi yang luar biasa dari seluruh pelanggan, mitra bisnis, dan karyawan FIF. "Kami mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas pencapaian yang diraih perseroan. Ini menjadi bukti kepercayaan seluruh pihak yang menjadikan FIF sebagai solusi finansial pilihan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembiayaan," kata Valentina.FIF menjelaskan peningkatan laba bersih FIF tercermin dalam nilai penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp 49,45 triliun hingga akhir kuartal IV 2025, meningkat 7,64 % (yoy). Peningkatan ini juga selaras dengan kenaikan jumlah unit yang dibiayai, yang mencapai 3,39 juta unit, naik 4,85 % (yoy).Ilustrasi Honda Motor pada ajang IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran (5/2/2026). Foto: Rifkianto Nugroho/detikFotoSelanjutnya FIF pertumbuhan laba bersih perseroan tersebut diperoleh dari operasional seluruh layanan pembiayaan. Yakni, FIFASTRA yang hadir lewat pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA untuk produk elektronik,gadget, hingga perabot rumah tangga, dan DANASTRA yang menyediakan pembiayaan multiguna. Selain itu, FINATRA hadir lewat pembiayaan mikro produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta AMITRA untuk pembiayaan syariah Haji dan Umrah."Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia, kami optimistis untuk terus berupaya memberikan layanan terbaik dari seluruh layanan pembiayaan kami yang diperkuat dengan value chain serta digitalisasi, untuk menjadi solusi bagi seluruh kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia," Valentina menambahkan.Selanjutnya dijelaskan, secara Net-Services Asset (NSA), NSA perseroan tumbuh sebesar 14,38 % yoy menjadi Rp 53,44 triliun pada kuartal IV 2025. Selain itu, FIF mempertahankan rasio Non-Performing Finance (NPF) Nett di level 0,20% pada kuartal IV 2025, menjadikannya sebagai perusahaan pembiayaan dengan kinerja yang sangat sehat berdasarkan indikator yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).