Sampai saat ini, masih banyak yang belum menyadari alasan mengapa ban kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, berwarna hitam. Padahal, jika melihat bahan dasarnya, karet alami sebenarnya berwarna putih susu. Menjawab hal ini, Shinsuke Nakamura, Tire Development Director Bridgestone Asia Pacific (Thailand) Co., Ltd., menjelaskan bahwa warna hitam pada ban muncul akibat pencampuran material lain dalam proses produksi. “Warna hitam pada material berasal dari carbon black,” ujarnya saat ditemui di Bangkok, Rabu (4/3/2026). Material carbon black merupakan partikel karbon halus dengan berbagai varian yang dicampurkan ke dalam karet selama proses produksi. GR86 Cup Malaysia Series yang mengandalkan ban Bridgestone Potenza RE-71RS Lebih lanjut, Nakamura menjelaskan bahwa tanpa campuran carbon black, warna ban kendaraan bisa saja berbeda. Artinya, memproduksi ban dengan warna lain secara teknis memungkinkan. “Warna lain juga dapat diproduksi, misalnya jenis berpigmen seperti pink carbon black yang pernah digunakan di Australia,” katanya. Namun, warna hitam pada ban bukan sekadar soal estetika. Faktor utama justru berkaitan dengan daya tahan. Karbon hitam merupakan zat kimia hasil pengolahan minyak bumi yang dicampurkan ke dalam karet. Selain mengubah warna, senyawa ini berfungsi meningkatkan performa dan ketahanan ban. Ketahanan Melansir situs resmi Bridgestone, faktor utama yang membuat ban berwarna hitam adalah ketahanan. Pada awal abad ke-20, ditemukan bahwa penambahan karbon hitam secara signifikan meningkatkan ketahanan aus ban. Tak hanya itu, material ini juga memberikan efek positif pada berbagai karakteristik, seperti ketahanan panas, abrasi, ketangguhan, serta daya tahan keseluruhan sehingga ban lebih awet. Pada awalnya, ketersediaan karbon hitam dalam jumlah cukup menjadi tantangan. Beberapa produsen sempat memproduksi ban dengan dinding samping putih dan tapak hitam. Ecopia EP300 ENLITEN hadir dalam 2 ukuran baru untuk Innova Zenix Tipe V dan Q. Namun sejak awal 1970-an, hampir seluruh ban diproduksi dalam warna hitam sepenuhnya karena campuran karbon hitam pada tapak dan dinding samping. Karbon hitam sendiri dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna produk minyak bumi berat. Selain digunakan dalam industri ban, material ini juga dimanfaatkan sebagai pigmen hitam untuk tinta cetak, toner, dan kosmetik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang