Mobil listrik (EV) dikenal dengan torsi instan yang langsung terasa begitu pedal gas diinjak. Fenomena ini menimbulkan tanya apakah torsi tinggi ini membuat ban EV lebih cepat aus dibanding ban kendaraan konvensional? Beberapa pemilik EV memang mengeluhkan keausan ban lebih cepat, terutama pada kendaraan dengan penggunaan perkotaan yang sering berhenti dan berakselerasi. Menurut Fachrul Rozi, Product Marketing Manager Michelin Indonesia, hal ini memang wajar terjadi. "Ban EV biasanya lebih berat karena bobot baterai yang besar, ditambah torsi instan dari motor listrik. Kondisi ini membuat tekanan pada ban lebih tinggi saat akselerasi, sehingga keausan bisa lebih cepat dibanding ban biasa dengan ukuran yang sama," kata Rozi kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026). Rozi menambahkan, meskipun keausan bisa lebih cepat, produsen ban sudah mendesain ban khusus EV dengan load index lebih tinggi dan teknologi peredam suara berupa busa di bagian inner liner. "Ini tidak hanya membantu menahan beban tambahan, tetapi juga menjaga kenyamanan berkendara karena mengurangi kebisingan," katanya. Ban mobil listrik Toyota bZ4X Selain itu, desain alur ban dan material yang digunakan pada ban EV biasanya lebih tahan terhadap torsi instan dan bobot kendaraan. Ban dengan teknologi Michelin untuk EV, misalnya, dibuat agar memiliki umur pakai lebih panjang dibanding ban standar, sekaligus tetap mempertahankan performa grip tinggi, baik di jalan kering maupun basah. Rozi juga mengingatkan pentingnya menjaga tekanan udara ban sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan. Tekanan yang kurang atau terlalu tinggi bisa mempercepat keausan ban dan memengaruhi handling. "Perawatan sederhana seperti memeriksa tekanan udara secara rutin dan melakukan rotasi ban dapat memperpanjang umur ban EV," katanya. Meski harganya lebih mahal, Rozi menekankan bahwa ban EV dengan spesifikasi khusus memberikan keamanan, kenyamanan, dan performa yang lebih optimal. Mengganti ban dengan ukuran atau load index yang tidak sesuai justru dapat menurunkan keselamatan dan efisiensi kendaraan. Kesimpulannya, torsi instan pada EV memang bisa membuat ban lebih cepat aus, tetapi dengan memilih ban yang tepat dan melakukan perawatan rutin, pemilik EV tetap bisa menikmati performa maksimal tanpa harus sering mengganti ban. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang