Kebiasaan membuka gas secara spontan atau mengentakkan throttle masih sering dilakukan pengguna motor matik, terutama saat ingin mendapatkan akselerasi cepat di jalan. Padahal, cara berkendara seperti ini bisa berdampak pada umur komponen CVT yang bekerja menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Menurut Armin, teknisi Suzuki AMS Tangerang, kebiasaan menarik gas secara mendadak membuat kerja komponen CVT menjadi lebih berat dibanding penggunaan normal. “Kalau sering entak gas, komponen CVT seperti v-belt, roller, dan kampas ganda akan lebih cepat aus karena menerima beban secara tiba-tiba,” kata Armin kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2026). Armin menjelaskan, saat throttle dibuka mendadak, putaran mesin langsung melonjak dan memaksa sistem CVT menyesuaikan rasio secara cepat. Kondisi tersebut membuat gesekan antar komponen meningkat. Akibatnya, roller bisa lebih cepat peyang, v-belt mengalami keausan tidak merata, hingga kampas ganda menjadi licin. Jika dibiarkan, performa motor bisa menurun dan muncul gejala seperti getaran saat start atau tarikan terasa berat. Ilustrasi servis CVT motor matik Selain itu, kebiasaan tersebut juga membuat suhu di area CVT meningkat lebih cepat. Bila motor jarang diservis, debu dan kotoran di dalam rumah CVT dapat memperparah keausan komponen. Menurut Armin, pengendara sebaiknya membuka gas secara bertahap agar kerja CVT lebih halus dan umur pakai komponen menjadi lebih panjang. “Motor matik itu paling bagus akselerasinya dibuat halus. Selain komponen lebih awet, konsumsi bahan bakar juga biasanya lebih irit,” ujarnya. Untuk menjaga kondisi CVT, pengguna motor matik juga disarankan rutin melakukan servis berkala, termasuk membersihkan area CVT dan memeriksa kondisi v-belt maupun roller sesuai anjuran pabrikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang