Roller CVT pada motor matik dapat mengalami kondisi peang atau tidak silinder akibat proses kerja yang terus-menerus di dalam sistem transmisi. Komponen ini berfungsi mengatur pergerakan puli saat putaran mesin berubah. Penyebab utama roller peang adalah gesekan dan tekanan berulang. Setiap kali motor berakselerasi, roller akan terdorong ke dinding variator (pengatur rasio), sehingga terjadi keausan pada titik tertentu secara bertahap. Seiring waktu, keausan ini tidak merata dan membentuk bagian datar pada roller. Kondisi inilah yang dikenal sebagai peang atau flat spot, yang dapat mengganggu kinerja CVT. Gio, pemilik bengkel motor Giovani Motor Cawas Klaten mengatakan faktor panas sangat berpengaruh terhadap keawetan roller. “Suhu tinggi di dalam rumah CVT, terutama saat berkendara di kemacetan, dapat membuat material roller menjadi lebih lunak dan mudah berubah bentuk,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Sabtu (11/4/2026). Maka dari itu, pengendara motor matik tidak disarankan menahan gas putaran tinggi saat motor berhenti, seperti menanjak atau beban berat. SKF Indonesia tawarkan pilihan bearing dan CVT Belt untuk segala kebutuhan di IMOS 2025. Selain itu, kualitas material roller juga menentukan daya tahannya. Roller dengan bahan kurang baik cenderung lebih cepat aus dan tidak mampu menahan tekanan serta panas secara optimal. “Kurangnya perawatan CVT turut mempercepat kerusakan, debu dari v-belt dan kampas kopling yang menumpuk dapat membuat gesekan menjadi lebih kasar dan mempercepat keausan roller,” ucap Gio. Kondisi variator yang sudah aus atau baret juga dapat menyebabkan pergerakan roller tidak mulus. Hal ini membuat tekanan tidak merata dan mempercepat terjadinya perubahan bentuk pada roller. Test ride Honda Vario 125 Street Gaya berkendara yang agresif, seperti sering menarik gas secara mendadak, juga meningkatkan beban kerja roller. Akibatnya, komponen ini lebih cepat mengalami keausan dibanding penggunaan normal. Penggunaan roller dengan berat yang tidak sesuai spesifikasi juga dapat mempengaruhi pola kerja CVT. Beban yang tidak ideal membuat tekanan pada roller menjadi tidak seimbang. “Ada banyak pilihan berat roller di pasaran sebagai variasi, terkadang juga ada ide untuk pakai roller lebih berat pada beberapa sisi, ini sebaiknya tidak dilakukan,” ucap Gio. Kesimpulannya, roller CVT peang disebabkan oleh kombinasi gesekan, panas, kualitas material, perawatan, dan cara penggunaan. Dengan perawatan rutin dan penggunaan yang wajar, umur roller dapat lebih panjang dan performa motor tetap optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang