Perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi menjadi pilihan banyak orang karena dianggap lebih fleksibel dan nyaman. Namun sebelum berangkat, kondisi kendaraan harus dipastikan benar-benar siap. Sayangnya, masih banyak pemudik yang melakukan kesalahan saat menyiapkan kendaraan, sehingga berpotensi menimbulkan masalah di tengah perjalanan. Kesalahan paling umum adalah tidak melakukan servis kendaraan dengan optimal sebelum berangkat. Sebagian orang merasa mobilnya masih dalam kondisi baik sehingga tidak perlu diservis ke bengkel. Padahal pemeriksaan sederhana bisa membantu mendeteksi potensi kerusakan sejak dini dan membuat perjalanan mudik lebih aman dan nyaman. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan banyak masyarakat memilih mengabaikan perbaikan yang dianggapnya kurang penting, padahal bisa jadi itu hal penting dalam menunjang kelancaran perjalanan mudik. “Persiapan kendaraan sebelum mudik tentu hal baik, tapi harus terukur dan optimal, kalau pun tak semua bisa dibereskan, konsumen bisa memprioritaskan secara tepat agar mudik lancar tanpa mengabaikan keselamatan,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Minggu (8/3/2026). Ford RMA berikan promo servis dan bengkel siaga jelang Lebaran 2026 Maka dari itu, penting untuk membawa mobil ke bengkel agar mendapatkan pemeriksaan oleh ahlinya. Mereka lebih paham daripada masyarakat awam. Sebagai contoh, banyak pengemudi mengabaikan kondisi ban. Ban yang sudah aus atau tekanan anginnya tidak sesuai dapat meningkatkan risiko pecah ban saat melaju di kecepatan tinggi. Kondisi ini tentu sangat berbahaya, terutama di jalan tol. “Tekanan ban kan sepele, ban yang tampak tidak kempis belum tentu memiliki tekanan udara yang pas sesuai muatan, ini harus terukur dan sesuai spesifikasi ketentuan dari pabrikan,” ucap Imun. Ilustrasi minyak rem mobil Belum lagi pemeriksaan komponen lain yang sebenarnya punya bobot keselamatan tinggi. Seperti pemeriksaan sistem pengereman. Kampas rem yang sudah tipis atau minyak rem yang berkurang dapat mengurangi efektivitas pengereman. Dalam perjalanan jauh dengan lalu lintas padat, rem yang tidak optimal bisa memicu kecelakaan. “Rem, aki, oli, dan komponen penting lainnya saya kira perlu diperiksa dengan benar dan terukur, bukan berdasarkan perasaan, ini yang kerap keliru oleh pemudik,” ucap Imun. Ilustrasi aki mobil Aki kendaraan kerap luput dari perhatian. Banyak pemudik baru menyadari aki mulai lemah ketika mobil sulit dinyalakan. Padahal aki yang sudah berumur sebaiknya diperiksa atau diganti sebelum perjalanan jauh. Kesalahan lain adalah tidak mengecek berbagai cairan penting pada kendaraan. Oli mesin, air radiator, minyak rem, hingga air wiper harus dipastikan berada pada level yang cukup agar kendaraan tetap bekerja dengan baik. “Sebagian pemudik juga sering membawa muatan berlebihan. Bagasi yang terlalu penuh dapat membuat kendaraan menjadi lebih berat, sehingga mempengaruhi kestabilan mobil dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros,” ucap Imun. Ilustrasi radiator pada mobil. Sistem pendingin mesin juga sering diabaikan. Radiator, kipas pendingin, dan selang air radiator harus dipastikan dalam kondisi baik agar mesin tidak mengalami overheat saat perjalanan panjang. “Sering kan terjadi, mobil overheating saat perjalanan mudik, tiba-tiba di jalan tenaga loyo dan muncul asap berlebihan di ruang mesin, bahkan ada yang sampai macet mesinnya,” ucap Imun. Lampu kendaraan juga penting untuk diperiksa sebelum berangkat. Lampu utama, lampu rem, dan lampu sein harus berfungsi dengan baik agar komunikasi antar kendaraan di jalan tetap aman, terutama saat perjalanan malam hari. Ilustrasi aki mobil. Kesalahan lain adalah tidak menyiapkan perlengkapan darurat di dalam mobil. Peralatan seperti dongkrak, kunci roda, segitiga pengaman, hingga kabel jumper sangat penting jika terjadi kendala di perjalanan. “Kabel jumper itu penting, saat aki soak di jalan bisa langsung minta tolong ke pengendara lain, sehingga mobil bisa dipakai sementara menuju bengkel terdekat,” ucap Imun. Selain kondisi kendaraan, pemudik juga sering lupa mempersiapkan rute perjalanan dengan baik. Tidak mengetahui jalur alternatif atau lokasi rest area dapat membuat perjalanan menjadi lebih melelahkan dan tidak efisien. Dengan melakukan persiapan kendaraan secara menyeluruh, perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. Pengecekan sederhana sebelum berangkat bisa membantu menghindari berbagai masalah yang berpotensi mengganggu perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang