Harga bahan bakar minyak (BBM) yang terasa makin mahal membuat pemilik mobil wajib melakukan antisipasi. Hal ini penting dilakukan untuk menekan pengeluaran berlebih. Salah satu cara yang bisa dilakukan pemilik mobil adalah menerapkan efisiensi dengan eco-driving. Namun, perlu diketahui ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Bicara soal efisiensi dalam berkendara, beberapa produk keluaran Toyota sebenarnya sudah memiliki fitur indikator eco-driving. Fungsinya sebagai pemandu yang menandakan mobil berjalan dengan konsumsi bahan bakar yang efisien. Lantas, faktor apa saja sebenarnya yang membuat penggunaan bahan bakar pada mobil tidak efisien atau menjadi lebih boros? Toyota Yaris Cross Hybrid ketika melintas di rute menanjak kawasan Bromo Penyebab Menjawab hal ini, Auto2000 memberikan beberapa kisi-kisi yang menjadi penyebab umum mobil menjadi lebih boros, baik dari sisi kebiasaan buruk pengendara sampai masalah teknis, yakni: 1. Tekanan ban kurang Kondisi tekanan udara ban yang kurang membuat mobil butuh tenaga ekstra untuk bergerak. Apalagi dalam kondisi stop and go di tengah kemacetan jalan. Karena itu, periksa tekanan ban agar sesuai rekomendasi pabrikan, dengan target konsumsi bensin tetap optimal. 2. Overload Perlu diketahui, setiap mobil punya batas maksimal beban yang bisa diangkut. Mobil yang over capacity dapat dipastikan membutuhkan tenaga lebih besar sehingga boros bensin. Tidak membawa muatan melampaui kemampuan mobil juga terkait keamanan di jalan. 3. Berkendara agresif Berkendara agresif membuat pengemudi ingin selalu memacu mobil. Akibatnya, mesin berusaha memenuhi kebutuhan tenaga dengan menambah suntikan BBM ke ruang bakar. Komputer mesin juga menganggap gaya berkendara pemilik sebagai karakter standar sehingga boros bensin. Eco Indicator 4. Modifikasi Melakukan modifikasi, seperti penggantian pelek dengan ukuran lebih besar, bakal membuat mesin mobil bekerja ekstra. Demikian juga saat mengganti ban dengan telapak lebih lebar yang berdampak pada kebutuhan tenaga lebih besar untuk berjalan. Khususnya kalau ditambah spoiler yang menambah bobot mobil dan meningkatkan downforce. Sementara modifikasi untuk membuat mesin lebih responsif dan bertenaga justru membuat konsumsi bensin meningkat. Penambahan aksesori lain yang memakan daya listrik juga membuat mesin butuh tenaga tambahan. 5. BBM tak sesuai rekomendasi Menggunakan BBM sesuai rekomendasi Toyota menjaga kesempurnaan proses pembakaran mesin. Konsumsi bahan bakar akan semakin boros jika pengemudi harus menekan pedal gas lebih dalam akibat terjadinya knocking yang dipicu penggunaan bensin tidak sesuai kebutuhan mesin. Cek kondisi ban mobil 6. Lupa ganti oli Terlambat mengganti oli mesin membuat sifat kimianya berubah dan kemampuan melumasi mesin turun drastis. Tidak hanya mengurangi usia pakai komponen, tetapi juga membuat mesin bekerja lebih berat lantaran fungsi pelumas sudah tidak optimal. 7. Tak menggunakan mode ECO Setiap mobil Toyota kini dilengkapi mode berkendara ECO yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pemakaian bahan bakar. Memang reaksi dan tenaga mobil berkurang, namun masih memadai di jalan perkotaan. Karena itu, gunakan mode ini untuk mengurangi konsumsi BBM. 8. Malas servis berkala Dengan servis berkala, teknisi bengkel akan mengecek kondisi mesin supaya tetap dapat bekerja dengan baik. Selanjutnya, memastikan kondisi onderdil pendukung seperti filter dan komponen penting lain, termasuk kaki-kaki mobil, selalu prima dan tanpa masalah. Tes jalan Toyota Veloz hybrid di Mataram, NTB “Pemilik mobil harus pintar mengelola penggunaan bensin pada mobil agar lebih efisien dalam penggunaannya. Langkah yang dilakukan terkait bagaimana merawat dan mengemudikan mobil di jalan. Untuk itu, pahami bagaimana agar konsumsi BBM lebih hemat,” kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Selasa (19/5/2026). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang