Rem blong di jalan menurun masih menjadi momok bagi pengemudi dan kerap berujung pada kecelakaan serius. Banyak orang mengira kegagalan pengereman disebabkan oleh kerusakan teknis pada kendaraan, padahal sebagian besar kasus justru berawal dari kesalahan cara mengemudi. Pengemudi yang tidak memahami teknik melintasi turunan panjang berisiko membuat sistem rem bekerja di luar batas kemampuannya. Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan dari sekian banyak peristiwa kecelakaan yang disebabkan oleh rem blong, bukan karena kerusakan rem melainkan kesalahan pengemudi dalam memahami prosedur melewati jalanan menurun. Truk yang mengangkut beras terguling di Jalan Lingkar Salatiga, Jumat (16/1/2026) “Dari hampir keseluruhan kasus rem blong masalahnya adalah pengemudi, tidak terkait dengan sistem rem kendaraan,” ucap Wildan kepada Kompas.com, belum lama ini. Wildan mengatakan jika pengemudi memahami prosedur melewati jalanan menurun, rem kendaraan tidak akan blong seperti yang banyak dijumpai. “Saat melewati jalan menurun, hal yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh hanya mengandalkan rem utama, tapi harus mengandalkan engine brake,” ucap Wildan. Menurut Wildan, penggunaan gigi rendah saat melintasi jalan menurun membuat engine brake bekerja lebih optimal sehingga laju kendaraan tetap terkendali dan tidak melaju akibat dorongan gravitasi. Khusus kendaraan besar seperti bus dan truk, pengemudi juga dapat memanfaatkan exhaust brake sebagai sistem pengereman tambahan untuk meningkatkan keselamatan. “Jangan terus-terusan menginjak pedal, ini bisa menyebabkan komponen overheating, kampas bisa menyublim sehingga asap kan menghalangi pertemuan tromol dan kampas, minyak rem bisa mendidih mengakibatkan pedal ngempos,” ucap Wildan. Jadi, rem blong di jalan menurun umumnya bukan disebabkan kerusakan sistem rem, melainkan karena kesalahan pengemudi yang terlalu mengandalkan pedal rem tanpa memanfaatkan engine brake, sehingga pemahaman teknik berkendara yang benar menjadi kunci utama keselamatan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang