Pemudik yang melintasi jalan tol dengan jalur menanjak dan menurun, seperti ruas Tol Cipularang diimbau untuk memahami prosedur penggunaan jalur penyelamat darurat (JPD). Terutama jika mobil mengalami kondisi darurat seperti rem blong saat perjalanan mudik ataupun arus balik Lebaran. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk menghentikan kendaraan secara aman ketika terjadi kegagalan fungsi rem atau masalah teknis lainnya. Karena itu, pengendara tidak perlu ragu untuk langsung memanfaatkannya saat kondisi darurat. Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Agni Mayvinna, menjelaskan bahwa jalur penyelamat darurat telah dirancang dengan sistem yang aman dan terukur. “Di lokasi tersebut sebenarnya sudah ada lajur khusus untuk kendaraan yang akan masuk ke jalur penyelamat. Material dari JPD ini juga sudah kami lakukan pembaharuan dan redesign pada tahun 2024,” ujar Agni, kepada Kompas.com (16/3/2026). Dengan pembaruan tersebut, jalur penyelamat darurat kini memiliki tingkat keamanan yang lebih baik. Bahkan, sejak dilakukan perbaikan desain, tidak ada lagi korban jiwa dari pengguna yang memanfaatkan fasilitas ini. Menginjak pedal gas “Alhamdulillah sejak dilakukan redesign tersebut sampai dengan hari ini zero fatality. Artinya, pengguna jalan yang masuk ke JPD tersebut selalu selamat, tidak ada korban jiwa,” ucap Agni. Secara teknis, jalur ini menggunakan material khusus yang mampu memperlambat kendaraan secara bertahap meskipun melaju dalam kecepatan tinggi. Hal ini membuat kendaraan bisa berhenti dengan aman tanpa risiko kecelakaan lanjutan. “Hal ini karena material yang digunakan pada JPD memang dirancang untuk menghentikan kendaraan dengan kecepatan tinggi secara bertahap. Jadi ketika kendaraan masuk ke jalur penyelamat tersebut, kendaraan akan langsung melambat dan berhenti dengan aman," kata dia. Jalur Darurat atau Jalur Penyelamat di Tol Trans Jawa Karena itu, pemudik yang mengalami masalah seperti rem blong disarankan untuk segera mengarahkan kendaraan ke jalur penyelamat darurat tanpa ragu. “Jadi bagi pengguna jalan yang mengalami kondisi seperti rem blong, tidak perlu ragu untuk langsung masuk ke jalur penyelamat tersebut.” Seperti diketahui, lajur khusus ini berada di sisi kiri jalan tol (biasanya turunan tajam) yang dirancang untuk menghentikan kendaraan rem blong secara aman menggunakan material seperti kerikil, pasir, atau konstruksi menanjak. mobil Toyota Fortuner alami rem blong Fungsi utamanya adalah meredam laju kendaraan yang mengalami kegagalan pengereman (rem blong) agar berhenti dengan aman dan mencegah kecelakaan. Jalur darurat ini biasanya memiliki jalur menanjak, panjang sekitar 20 meter, lebar 3 meter, dan dilapisi campuran pasir/kerikil untuk gesekan maksimal, Saat mengalami gangguan pengereman, arahkan kendaraan ke jalur tersebut, nyalakan lampu hazard, gunakan engine brake, dan rem tangan Dengan memahami prosedur ini, diharapkan pemudik dapat mengambil keputusan cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat, sehingga risiko kecelakaan fatal dapat dihindari selama perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang