Memasuki periode mudik, arus kendaraan menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi meningkat dari berbagai arah. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pemudik disarankan mengetahui jalur utama maupun alternatif agar perjalanan tetap lancar, aman, dan nyaman. Berdasarkan unggahan akun Instagram Kominfo DIY, Kamis (19/3/2026), ada jalur utama dan jalur alternatif yang bisa dipilih pemudik dari berbagai arah menuju wilayah Yogyakarta. Dari arah Magelang, pengendara dapat melalui jalur utama Tempel – Denggung – Jombor – Ring Road. Sementara itu, tersedia juga jalur alternatif melalui Tempel – Turi – Pakem – Cangkringan – Ngemplak – Kalasan – Prambanan. Situasi arus lalu lintas di Jalan Yogya-Solo tepatnya di pintu perbatasan Prambanan pada 12.00 WIB terpantau ramai lancar. Bagi pemudik dari Klaten, jalur utama yang bisa dilalui adalah Prambanan – Kalasan – Purwomartani – Maguwo. Sedangkan jalur alternatif tersedia melalui Prambanan – SP3 Radenronggo – Jalan Cangkringan – Turi – Tempel. Sementara itu, dari arah Purworejo, pengendara dapat memilih jalur utama Temon – Sentolo – Gamping – Ring Road. Alternatif lainnya yakni melalui Temon – Sentolo – Nanggulan – Tempel – Magelang, atau Temon – Wates – Srandakan – Bantul – Ring Road untuk masuk ke Kota Yogyakarta. Selain itu, bagi pemudik dari arah Klaten menuju Gunungkidul, jalur utama yang direkomendasikan adalah Prambanan – Piyungan – Pathuk – Wonosari. Sedangkan jalur alternatif bisa melalui exit tol Prambanan/Polanharjo/Klaten – Ngawen – Karangmojo – Wonosari. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika terjadi kepadatan, pemudik diharapkan dapat menyesuaikan rute perjalanan dengan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Dengan perencanaan rute yang matang, perjalanan menuju Yogyakarta diharapkan tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, sekaligus menjaga keselamatan selama di perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang