Setiap musim mudik, Yogyakarta menjadi salah satu daerah tujuan favorit pemudik dari berbagai kota di Pulau Jawa. Kondisi tersebut sering memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah titik pintu masuk menuju kota tersebut. Karena itu, pemudik disarankan memahami beberapa rute menuju Yogyakarta dari berbagai arah, seperti dari Magelang, Klaten, hingga Purworejo, baik melalui jalur utama maupun alternatif. Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Polda Jogja, ada beberapa pintu masuk menuju wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang dapat digunakan pemudik, baik melalui jalur utama maupun jalur alternatif. 1. Dari Magelang Pemudik yang datang dari arah Magelang dapat menggunakan jalur utama melalui Tempel – Denggung – Jombor – Ring Road. Selain itu, tersedia juga jalur alternatifdari Tempel menuju Turi – Pakem – Cangkringan – Ngemplak – Kalasan – Prambanan. 2. Dari Klaten Bagi pemudik dari arah Klaten, jalur utama masuk wilayah Yogyakarta dapat ditempuh melalui Prambanan – Kalasan – Purwomartani – Maguwo. Sementara jalur alternatif yang dapat dipilih yakni melalui Prambanan – Simpang Tiga (SP3) Raden Ronggo – Jalan Cangkringan – Turi – Tempel. 3. Dari Purworejo Pemudik yang datang dari arah Purworejo dapat menggunakan jalur utama melalui Temon – Sentolo – Gamping – Ring Road. Selain itu terdapat jalur alternatif menuju Magelang melalui Temon – Sentolo – Nanggulan – Tempel. Adapun jalur alternatif menuju Kota Yogyakarta dapat ditempuh melalui Temon – Wates – Srandakan – Bantul – Ring Road. 4. Dari Klaten menuju Gunungkidul Bagi pemudik yang menuju wilayah Gunungkidul, jalur utama dapat ditempuh melalui Prambanan – Piyungan – Patuk – Wonosari. Sedangkan jalur alternatif dapat dilalui dari Exit Tol Prambanan atau Polanharjo atau Klaten menuju Ngawen – Karangmojo – Wonosari. Dengan mengetahui berbagai jalur masuk tersebut, pemudik diharapkan dapat memilih rute perjalanan yang paling sesuai dan menghindari kepadatan lalu lintas saat arus mudik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang