Pemerintah mulai mematangkan strategi untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat periode mudik Lebaran 2026. Salah satu fokus utama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah mengurai potensi kemacetan di titik-titik krusial yang diprediksi menjadi simpul pertemuan arus kendaraan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membahas pengoperasian tol fungsional Prambanan–Purwomartani guna mendukung kelancaran arus mudik, khususnya yang menuju DIY. Ilustrasi Malioboro, Yogyakarta. Khusus untuk Jalan Malioboro, kepolisian akan mulai melakukan sterilisasi kendaraan pukul 18.00 WIB saat malam tahun baru. Exit Tol Purwomartani akan menjadi titik akhir ruas fungsional tersebut, sehingga berpotensi menjadi titik temu kendaraan dari jalan tol ke jaringan jalan nasional dan arteri. “Dengan kondisi seperti itu, terdapat potensi penumpukan dan kepadatan kendaraan, terutama pada puncak arus mudik dan balik,” ujar Dudy, dalam keterangan resmi (20/2/2026). “Karenanya, perlu pengawasan lalu lintas secara intensif, rekayasa lalu lintas di sekitar tol, koordinasi antara Korlantas, Dishub, dan Pengelola Jalan Tol, serta penempatan personel dan sarana pendukung di lapangan,” kata dia. Gerbang Tol Purwomartani Selain jalur tol, Kemenhub juga menyoroti potensi kemacetan akibat pasar tumpah yang kerap memakan badan jalan. Dudy meminta Pemprov DIY untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik, seperti Pasar Bendungan, Pasar Mangiran Srandakan, dan Pasar Demangan. Tak hanya itu, lonjakan kendaraan menuju destinasi wisata juga menjadi perhatian. Kawasan Malioboro, Kaliurang, Parangtritis, serta Pantai Baron diprediksi mengalami peningkatan arus selama libur Lebaran. Foto udara kendaraan yang bergerak di jalan dekat Tugu Yogyakarta “Terkait pasar tumpah, perlu pengendalian dan pengaturan hambatan samping arus kendaraan di jalan nasional. Begitu pun di tempat wisata, perlu manajemen arus lalu lintas yang terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata,” ucap Dudy. Aspek keselamatan juga menjadi bagian penting dalam antisipasi mudik di DIY. Ia menyoroti keberadaan perlintasan sebidang serta titik rawan bencana, seperti banjir, longsor, dan kawasan terdampak aktivitas Gunung Merapi. “Di Yogyakarta terdapat perlintasan sebidang sebanyak 46 titik, di mana saat ini telah dilakukan penambahan sebanyak 8 penjaga untuk meningkatkan pengawasan,” kata Dudy. Anggota Satlantas Polresta Sleman saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dengan pejalan kaki di Jalan Gejayan, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (20/11/2025) pagi. (Foto dokumentasi Polresta Sleman). “Meskipun jumlah perlintasan sebidang di wilayah ini relatif sedikit, namun tetap perlu kewaspadaan ekstra untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada masa libur Lebaran,” ujarnya. Sebagai langkah tambahan, Kemenhub juga meminta dukungan Pemprov DIY melalui pembentukan Posko Pelayanan dan Monitoring Angkutan Lebaran. Posko ini bertujuan memastikan kesiapan armada, simpul transportasi, hingga pemeriksaan kesehatan pengemudi. Kendaraan para pemudik tampak keluar dari exit tol fungsional Tamanmartani, Kabupaten Sleman. Pada H-3 lebaran jumlah kendaraan yang melintas melalui exit tol fungsional Tamanmartani mengalami peningkatan signifikan. “Hal lain yang juga diperlukan adalah penyediaan informasi seputar mudik yang memadai bagi masyarakat, termasuk sosialisasi keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi,” ucap Dudy. “Tak hanya itu, perlu disampaikan pula informasi terkait cuaca dan kepadatan lalu lintas kepada masyarakat secara berkala,” kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang