JAKARTA, KOMPAS.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan strategi komprehensif untuk mengantisipasi potensi kemacetan di jalan tol selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Fokus utama diarahkan pada penguatan pusat kendali operasional berbasis teknologi dan koordinasi lapangan yang intensif guna merespons lonjakan mobilitas secara cepat dan terukur. Kesiapan tersebut ditopang oleh pengoperasian Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) selama 24 jam penuh. Jalan Tol Jakarta-Cikampek Fasilitas ini menjadi pusat kendali terpadu yang mengintegrasikan pemantauan lalu lintas, pengelolaan operasional jalan tol, hingga pusat komunikasi petugas layanan. JMTC memadukan lebih dari 3.000 unit CCTV yang dilengkapi analitik berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem Weigh In Motion (WIM) untuk mendeteksi kendaraan Over Dimension Over Load, serta data traffic counting dan rasio volume per kapasitas (V/C) kendaraan. “JMTC adalah tulang punggung kendali operasi kami,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, dalam keterangan resmi, Selasa (23/12/2025). Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022). Menurut PT Jasa Marga (Persero) Tbk kemacetan kendaraan menuju Jakarta dari Km 11-200 diakibatkan perbaikan konstruksi jalan dan pengendara dihimbau untuk menggunakan Tol Layang MBZ. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom. “Integrasi data lalu lintas, transaksi, dan kondisi lapangan secara real-time memungkinkan langkah antisipatif, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga koordinasi penanganan darurat di jalan tol dengan kecepatan respons time yang kami butuhkan saat puncak Nataru,” kata dia. Dalam paparannya, Jasa Marga menjelaskan skenario pengendalian arus yang mencakup pemantauan real-time seluruh ruas tol Jasa Marga Group. Sistem digital interaktif juga menghubungkan JMTC dengan petugas lapangan di titik-titik strategis, seperti Gerbang Tol Kalikangkung, Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama), dan Gerbang Tol Prambanan. Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) Skema ini memungkinkan penilaian situasi langsung dan aksi terpadu, termasuk koordinasi dengan unit patroli, ambulans, derek, serta posko lapangan bila dibutuhkan. Melalui pengoperasian JMTC sebagai pusat kendali terpadu, didukung intensifikasi patroli dan posko lapangan, Jasa Marga menargetkan pengelolaan puncak arus Nataru yang lebih proaktif agar perjalanan pengguna jalan tetap aman dan efisien. Pengguna jalan juga diimbau merencanakan perjalanan dengan memanfaatkan kanal informasi resmi, memastikan kendaraan laik jalan, serta menggunakan aplikasi Travoy yang menyediakan fitur CCTV real time, informasi tarif tol, hingga fasilitas rest area. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang