Pabrikan mobil listrik asal China, Xpeng, menonjolkan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai nilai tambah utama produknya di Indonesia. VP Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto mengatakan, pendekatan tersebut menjadi pembeda dibandingkan merek mobil listrik lain yang lebih fokus pada spesifikasi kendaraan. “Selalu cari peluang baru untuk memberikan nilai tambah ke pelanggan. Contoh, kita kan kuat betul di IT sama AI. Teknologi sama AI,” kata Hari di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Stasiun pengisian daya ultra-cepat DC 480 kW co-branding Xpeng x Voltron buat mobil listrik hadir di Tangerang. Ia mencontohkan, sejumlah fitur baru pada mobil Xpeng bahkan bisa hadir melalui pembaruan perangkat lunak tanpa harus datang ke bengkel. “Makanya mobil kita yang tadinya nggak bisa karaoke, tiba-tiba bisa karaoke nggak usah pakai mic. Nah itu adalah keunggulan kita yang benar-benar membedakan antara produk kita dengan yang lainnya,” kata Hari. Selain itu, kendaraan Xpeng juga memiliki fitur perintah pintar bernama X-Combo yang memungkinkan mobil menjalankan beberapa fungsi sekaligus hanya dengan satu perintah suara. Menurut dia, berbagai fitur baru tersebut bisa hadir berkat sistem pembaruan perangkat lunak secara over the air (OTA), mirip seperti pembaruan pada smartphone. “Update software mobil nggak perlu datang ke bengkel. Selama rumahnya ada Wi-Fi, langsung update, eksekusi. Sama kayak handphone,” kata Hari. Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi juga terlihat dari fungsi kamera 360 derajat yang dapat berperan sebagai sistem keamanan tambahan melalui fitur X-Guard, tanpa perlu memasang kamera terpisah seperti dashcam. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang