Selain fokus memasarkan lini kendaraan listrik listrik berbasis baterai (BEV), prinsipal global Xpeng juga dikenal luas berkat pengembangan teknologi kendaraan masa depan yang revolusioner, salah satunya adalah mobil terbang melalui divisi AeroHT. Meskipun model purwarupanya sudah beberapa kali diuji coba dan dipamerkan di lantai pameran, bagaimana sebenarnya peluang dan realisasi implementasi mobil terbang Xpeng ini untuk pasar Indonesia? CEO Xpeng Indonesia Iki Wibowo mengatakan, jalan untuk menghadirkan serta mengoperasikan mobil terbang di Tanah Air masih sangat panjang. Ada banyak faktor fundamental yang harus dipenuhi, mulai dari urusan teknis pabrikan hingga kesiapan regulasi di dalam negeri. XPeng AeroHT X2 "Kan ada Road Worthyness dan Air Worthyness, regulasi itu lagi di pelajari. Kalau memang bisa memenuhi, kenapa tidak," kata Iki di Bogor, Sabtu (23/5/2026). Tantangan Setir Kanan dan Urgensi Pasar Iki membeberkan beberapa tantangan besar mengapa mobil terbang XPENG belum akan mengudara di langit Indonesia dalam waktu dekat. Faktor utamanya masih berkutat pada masalah teknis kesiapan unit dari pabrikan pusat serta skala prioritas pasar. Sama seperti kendala pada lini produk sedan premium mereka, unit mobil terbang XPENG yang dikembangkan di China saat ini belum memiliki konfigurasi kemudi sebelah kanan. "Belum ada setir kanan juga, kan itu setir kiri. Belum ada urgensi yang mendesak lah ya (segera meluncur di Indonesia)," tambah Iki tegas. Sebagai negara yang menganut lajur kiri, ketersediaan varian setir kanan menjadi syarat mutlak sebelum kendaraan bisa dipasarkan secara legal dan aman di Indonesia. Tetap Butuh Pengemudi Iki juga meluruskan anggapan keliru masyarakat mengenai cara kerja mobil terbang ini. Kendaraan ini tidak beroperasi secara mandiri atau driverless sepenuhnya. Ketika mengudara maupun berjalan di darat, kontrol dan tanggung jawab penuh tetap berada di tangan pengemudi (pilot). "Bukan (sepenuhnya otonom), tetap harus dikemudikan. Jadi konsepnya bukan driverless total, tetap butuh kontrol dari pengemudinya," tutur Iki. Dengan berbagai tantangan berlapis tersebut, fokus utama XPENG Indonesia untuk saat ini tetap pada pemenuhan pasar mobil listrik konvensional pintar (seperti G6 dan X9). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang