Xpeng P7 berpeluang dipasarkan di Indonesia setelah mendapatkan respons positif dari pengunjung saat dipamerkan pada Indonesia International Motor Show 2026. Model yang ditampilkan adalah The Next P7, sedan listrik terbaru yang saat ini baru tersedia di pasar China. VP Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, mengatakan pihaknya sempat melakukan survei minat konsumen selama pameran berlangsung. Hasilnya menunjukkan respons yang cukup baik terhadap sedan listrik tersebut. Xpeng The Next P7. “Waktu di IIMS kita melakukan survei, dan alhamdulillah cukup bagus. Artinya range untuk willingness membelinya, harganya cocok, kemudian juga dari sisi fiturnya mereka juga sesuai,” kata Hari di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Ia menambahkan, dari sisi dimensi kendaraan juga dinilai cocok untuk konsumen di Indonesia. Namun, ada beberapa pertimbangan teknis sebelum model tersebut benar-benar dipasarkan. Menurut Hari, salah satu kendala utama adalah proses konversi dari setir kiri ke setir kanan yang memerlukan waktu cukup lama, bisa sampai 18 bulan. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan keberlanjutan produk agar tidak merugikan konsumen. “Kita harus menjamin juga perlindungan pelanggan, jadi jangan sampai kita kenalkan (P7) terus kemudian enggak lama variannya ditarik dari market,” kata dia. Hari menambahkan, pasar sedan di Indonesia masih relatif kecil dibandingkan segmen lain. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sekitar 60 persen penjualan mobil nasional masih didominasi oleh model MPV dan SUV. Karena itu, Xpeng masih mempertimbangkan apakah akan membawa P7 atau fokus menghadirkan model SUV dan MPV yang potensinya dinilai lebih besar di pasar Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang