– Dalam gelaran Auto China 2026 atau Beijing Auto Show, Xpeng secara resmi memperkenalkan teknologi terbaru bernama VLA 2.0. Sistem ini jadi “otak” baru yang bikin mobil terasa makin pintar, bahkan mendekati kemampuan berkendara manusia. VLA 2.0 sendiri diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan autonomous driving menuju level L4, alias mobil yang bisa berjalan sendiri dengan campur tangan manusia yang sangat minim. Menariknya, Xpeng menyebut teknologi ini sebagai Physical World Foundation Model, yaitu model AI yang dirancang khusus untuk memahami kondisi dunia nyata, bukan sekadar data digital seperti AI pada umumnya. “Kami mendefinisikan VLA 2.0 sebagai pembuka untuk model dunia fisik di era L4,” jelas Yin Ruizhe, Senior Manager of Intelligent Cockpit Product Operations Xpeng dalam sesi workshop di Beijing, Kamis (23/4/2026). Dengan pendekatan ini, VLA 2.0 diklaim mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman, halus, dan bisa digunakan di berbagai kondisi jalan. Salah satu perubahan paling terasa ada di sisi kenyamanan. Sistem autonomous driving generasi sebelumnya sering bikin pengemudi was-was karena tidak bisa memprediksi situasi ke depan. Misalnya, mobil tidak tahu ada kemacetan di depan, atau melakukan akselerasi dan pengereman secara tiba-tiba.