Langkah strategis diambil oleh prinsipal XPENG global dalam memperkuat posisinya di pasar otomotif Tanah Air. Jenama kendaraan listrik (EV) asal China tersebut dilaporkan telah mengambil alih kepemilikan saham sepenuhnya untuk operasional di Indonesia. CEO XPENG Indonesia Iki Wibowo, mengungkapkan bahwa langkah akuisisi saham penuh oleh pihak prinsipal ini ditujukan untuk membangun kerja sama yang lebih baik di masa mendatang serta mempercepat proses kolaborasi. Salah satu dampak krusial dari peralihan kepemilikan ini adalah dorongan kuat untuk mempercepat kehadiran pilihan varian setir kanan. Xpeng The Next P7. "Ya, itu kan untuk kita kerja sama lebih baik lagi ke depannya dan supaya kolaborasi bisa speed up. Kayak misalnya kita mau setir kanan dan segala macam kan," ujar Iki di Sumarecon Bogor, Sabtu (23/5/2026). Perhatian Lebih dari Prinsipal Global Dengan adanya keterlibatan investasi langsung berupa kepemilikan saham dari prinsipal pusat, pasar otomotif Indonesia dipastikan akan mendapatkan porsi perhatian yang jauh lebih besar. Pihak pusat akan lebih jeli melihat kebutuhan spesifik konsumen di dalam negeri. Saat ini, lini produk XPENG yang sudah mengadopsi konfigurasi setir kanan global terhitung masih sangat terbatas. Tercatat baru ada dua model yang memilikinya, yaitu crossover XPENG G6 dan MPV premium XPENG X9. XPENG X9 pemenang Best Luxury Electric Car Award, dorong optimisme lini bisnis otomotif Erajaya Swasembada (ERAA). Terbatasnya varian setir kanan ini tidak lepas dari perhitungan skala ekonomi dan volume penjualan. Iki mengakui bahwa jika hanya berdiri sendiri, volume pasar di Indonesia saat ini belum memungkinkan untuk meminta varian setir kanan model lainnnya. Namun, ceritanya akan berbeda jika potensi penjualan tersebut dihitung secara kumulatif atau kolaboratif di tingkat regional. "Jadi kalau secara kumulatif, mungkin cukup volumenya, ya pasti mereka akan consider bikin setir kanan kan," kata Iki. Tetap Mengikuti Maunya Konsumen Meski kendali kepemilikan perusahaan kini sudah dipegang sepenuhnya oleh prinsipal global, Iki menegaskan hal tersebut tidak serta-merta membuat arah kebijakan produk menjadi kaku. Terkait model apa saja yang akan diproduksi atau dibawa ke depannya, arah kendali sesungguhnya tetap berada di tangan pasar. "Kendali penuh di konsumen sebenarnya," tutur Iki. Sebagai informasi, dalam upaya memperkuat lokalisasi dan menekan biaya produksi, saat ini unit kendaraan listrik yang dipasarkan oleh XPENG sudah dirakit secara lokal di fasilitas perakitan yang berlokasi di Purwakarta. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang