Setelah sempat diperlihatkan secara terbatas pada acara XPeng Vision Night di Senayan akhir Juni 2026 lalu, SUV flagship berukuran besar XPeng GX kembali melebarkan pesonanya di ajang Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GIIAS) 2026. Diposisikan di atas XPeng G9, kendaraan ini mengusung karakter yang berbeda dibandingkan lini produk XPeng lainnya, dengan bahasa desain yang lebih tegas, mengotak, dan tangguh. Vice President Marketing XPeng Indonesia Hari Arifianto, menyampaikan bahwa dihadirkannya model-model flagship global seperti XPeng GX di lantai pameran bertujuan memberikan pengalaman merek secara utuh kepada pengunjung domestik. XPeng GX di GIIAS 2026 "Kita ingin kasih lihat produk secara globalnya bisa dilihat langsung di sini. Pengunjung bisa interaksi, lihat fitur-fiturnya secara langsung. Kita pengin kasih lihat semuanya, termasuk kualitas dan teknologi yang diterapkan di luar negeri sama yang dibawa ke Indonesia tidak beda," ujar Hari kepada Kompas.com belum lama ini. Desain Bongsor Dilihat dari dekat, dimensi XPeng GX memang tergolong bongsor. Mobil ini memiliki panjang mencapai 5.265 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.800 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) hingga 3.115 mm. XPeng GX di GIIAS 2026 Tampilan depannya mengusung konsep minimalis tanpa lekukan rumit. Lampu utama dibuat menyatu dengan garis horizontal tipis membentang dari kiri ke kanan, dipadukan logo XPeng di tengah kap mesin. Rumah lampu vertikal di bagian bawah serta air intake tertutup mengilap semakin mempertegas identitasnya sebagai kendaraan listrik murni. Dari samping, proporsi bodinya kokoh dengan garis atap lurus yang dipadukan pilar hitam untuk menciptakan efek floating roof. Gagang pintu model rata bodi menyatu rapi guna mengoptimalkan aerodinamika, dipadukan pelek multi-spoke berukuran besar. XPeng GX di GIIAS 2026 Siluet secara keseluruhan mengedepankan kesan bersih dan futuristis khas SUV premium asal Eropa. Kabin Lapang 6 Kursi Individual XPeng mengembangkan GX berdasarkan riset kebutuhan keluarga yang mendambakan SUV berukuran besar tanpa mengorbankan kenyamanan. Oleh karena itu, interiornya dibekali konfigurasi enam kursi individual (captain seat). XPeng GX di GIIAS 2026 Seluruh jok dirancang berukuran penuh (full-size), termasuk pada baris ketiga. Untuk meningkatkan kepraktisan, empat kursi baris belakang dapat dilipat rata dengan lantai bagasi sehingga memberikan fleksibilitas ruang ekstra saat membawa barang berukuran besar. Platform SEPA 3.0 dan Pilihan Powertrain BEV/EREV Dari sektor teknis, XPeng GX dibangun di atas platform terbaru SEPA 3.0 berbasis konsep Physical AI. Platform ini mengintegrasikan teknologi drive-by-wire, rear-wheel steering, serta sistem kontrol sasis berbasis kecerdasan buatan untuk menjaga kelincahan bodi besarnya di berbagai kondisi jalan. Secara global, XPeng GX ditawarkan dalam dua pilihan opsi penggerak: BEV (Listrik Murni): Tersedia varian Rear-Wheel Drive (RWD) dengan motor listrik bertenaga 270 kW, serta varian All-Wheel Drive (AWD) yang mengombinasikan motor depan 160 kW dan motor belakang 270 kW. EREV (Extended Range): Menggabungkan mesin bensin 1.500 cc sebagai pemanjang jarak tempuh (range extender) bertenaga 110 kW dengan paket baterai LFP dari CALB. Kedua varian tersebut mampu menembus kecepatan maksimum hingga 200 km/jam. Sebagai penutup kecanggihannya, XPeng turut menguji GX dengan teknologi pemandu otonom Level 4 (Autonomous Driving) yang ditenagai empat cip XPeng Turing dengan kemampuan komputasi mencapai 3.000 TOPS. Ditopang dimensi lapang dan spesifikasi papan atas, XPeng GX menjadi salah satu proyek kendaraan paling ambisius yang pernah dihadirkan pabrikan.