Profil konsumen mobil listrik XPeng di Indonesia dilaporkan mulai mengalami pergeseran tren pembeli. Pada awal kehadirannya pasar didominasi oleh pembeli dengan metode pembayaran tunai (cash), kini porsi pembiayaan secara kredit mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Vice President Marketing XPeng Indonesia, Hari Arifianto, mengungkapkan bahwa tren ini menunjukkan perkembangan positif terhadap penerimaan merek XPeng di mata konsumen domestik. "Komposisi pelanggan kita sudah tidak lagi didominasi oleh cash, tetapi kreditnya mulai bertambah. Nah, ini artinya bahwa kita bisa expand untuk karakter pembiayaan yang berbeda," ujar Hari kepada Kompas.com, Rabu (29/7/2026). Xpeng GIIAS 2026 Bergeser dari Konsumen Murni Pemburu Teknologi Menurut Hari, pada tahap awal peluncuran, konsumen kendaraan listrik XPeng mayoritas berasal dari kalangan pemburu teknologi (tech enthusiast). Kelompok konsumen ini umumnya tidak terlalu memusingkan metode pembiayaan atau skema cicilan jangka panjang. "Dulu kan orang-orang lebih fokus 'Gua mau nikmati teknologinya'. Orang gitu enggak peduli harganya berapa, sudah pokoknya beli. Nah, ini ternyata sudah berkembang ke kredit," kata Hari. Perubahan profil ini menjadi sinyal penting bahwa pasar kendaraan listrik XPeng mulai masuk ke ceruk konsumen umum yang lebih luas. XPeng di GIIAS 2026 Pertumbuhan Kredit Jadi Indikator Kepercayaan Konsumen Meningkatnya porsi pembelian secara kredit dinilai sebagai indikator menguatnya rasa percaya (trust) masyarakat terhadap jenama XPeng. Pembelian melalui skema kredit melibatkan kontrak keuangan jangka panjang, sehingga konsumen membutuhkan keyakinan ekstra terkait keberlangsungan merek dan purna jual. "Berarti orang sudah believe. Kalau kredit kan berarti kontrak lebih panjang," tutur Hari. Kepercayaan tersebut juga didorong oleh kepastian pasokan unit dan masa tunggu yang tergolong relatif cepat. XPeng mencatat masa inden kendaraan untuk konsumen saat ini rata-rata hanya memakan waktu sekitar satu bulan. Di samping tren pembiayaan yang bergeser, komposisi penjualan antara dua model andalannya, yakni MPV listrik XPeng X9 dan SUV listrik XPeng G6, juga dilaporkan makin seimbang mendekati porsi 50:50 seiring dengan penyesuaian kapasitas produksi dan permintaan pasar.