Mobil terbang dari Xpeng menjadi salah satu teknologi yang menarik perhatian dalam pameran Indonesia International Motor Show 2026. Saat berkunjung ke pameran tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat menyoroti potensi pemanfaatan kendaraan tersebut. Menurut AHY, kendaraan terbang itu tidak hanya bisa digunakan untuk mobilitas atau rekreasi, tetapi juga berpotensi mendukung kegiatan pemantauan wilayah hingga operasi penyelamatan saat kondisi darurat. AHY naik mobil terbang Xpeng “Katanya bisa sampai 400 km berarti kan lumayan jauh. Ini bisa buat rekreasi, sekaligus bisa buat surveillance, sambil lihat kondisi kontur saat ada bencana atau emergency, SAR,” ujar AHY saat kunjungannya di IIMS 2026, Jumat (13/2/2026). VP Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto mengatakan, pembahasan mengenai teknologi mobil terbang tersebut memang sempat menjadi topik diskusi saat AHY berkunjung ke booth Xpeng. Ia menjelaskan berbagai kemampuan kendaraan itu, mulai dari jarak tempuh hingga fungsi penggunaannya. “Misalnya jarak tempuhnya, kemudian tinggi terbangnya, terus fungsinya seperti apa,” kata Hari di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Hari menjelaskan, kendaraan terbang ini memiliki dua fungsi utama, yakni untuk rekreasi dan mobilitas yang fleksibel. Selain itu, kendaraan tersebut juga berpotensi digunakan dalam kondisi darurat karena jalur udara dinilai paling cepat. “Kalau dalam kondisi emergensi kan transportasi yang paling cepat adalah lewat udara,” ujar Hari. XPeng AeroHT X2 Menurut Hari, kendaraan tersebut mampu menempuh jarak sekitar 70 kilometer dalam sekali pengisian daya. Jarak itu dinilai cukup untuk perjalanan point-to-point di wilayah sekitar kota. “Kan cukup ya kalau 70 kilometer one way (satu arah), itu bisa menjangkau misalnya pusat kota, dari hutan, di tempat rekreasi sekitar Jakarta untuk menuju pusat Jakarta,” kata Hari. Ia menambahkan, mobil terbang tersebut juga dirancang dapat beroperasi secara otonom dan terbang pada ketinggian rendah, yakni di bawah 500 meter. Meski demikian, Xpeng menegaskan bahwa kehadiran teknologi tersebut masih sebatas menawarkan alternatif solusi mobilitas masa depan. “Belum lah, tapi kan tugas kita adalah memberikan alternatif solusi. Karena kebetulan kita memiliki teknologinya dan memiliki produknya,” kata Hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang