Yogyakarta merupakan salah satu kota tujuan wisata yang banyak dikunjungi saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Banyaknya wisatawan atau warga asli Yogyakarta yang pulang kampung akan membuat kota menjadi padat, terutama di jalan raya karena peningkatan jumlah kendaraan atau juga penutupan jalan. Bagi yang sedang berada atau berencana ke Yogyakarta dan ingin merasakan suasana berbeda, ada baiknya mempertimbangkan menggunakan transportasi umum. Untuk diketahui Yogyakarta memiliki moda transportasi baru, mirip bajaj di Jakarta. Namun bajaj di Yogyakarta ini lebih modern dan hadir melalui layanan Maxride. Maxride mulai beroperasi di Yogyakarta sejak 28 April 2025. Tampilannya mirip dengan bajaj warna biru di Jakarta. Bedanya, Maxride berwarna putih dan dapat dipesan lewat aplikasi di ponsel. Maxride mulai beroperasi di Yogyakarta sejak 28 April 2025 Adit, merupakan salah satu wisatawan yang kepincut mencoba Maxride saat berkunjung ke Yogyakarta untuk urusan bisnis pada pertengahan Desember lalu. "Pertama kali melihat waktu naik ojek online, di jalan ada bajaj putih, saya kira milik hotel karena terlihat baru. Tapi kemudian saya diberi tahu bahwa itu layanan online bernama Maxride," kata Adit kepada Kompas.com, Sabtu (27/12/2025). Setelah itu, Adit yang penasaran langsung mengunduh aplikasi Maxride untuk mencobanya. "Unduh aplikasinya, lalu bisa langsung pesan tanpa harus membuat akun terlebih dulu. Saat saya coba utak-atik, ternyata hanya perlu mengisi nama secara manual dan verifikasi nomor ponsel," katanya. Rute yang ditempuh tidak terlalu jauh hanya dari hotel ke Jalan Malioboro. Adit mengatakan tarifnya cukup terjangkau dan menariknya punya pilihan metode pembayaran. "Dari hotel ke Malioboro yang jaraknya sekitar 2–3 km, tarifnya Rp 15.000," katanya. Maxride mulai beroperasi di Yogyakarta sejak 28 April 2025 "Pembayaran bisa tunai atau lewat GoPay, karena di aplikasi tersedia pilihan metode pembayaran. Hanya saja, saat saya coba GoPay sedang tidak bisa, jadi akhirnya bayar tunai," ujarnya. "Menurut saya, harganya cukup terjangkau karena kita bisa naik berdua, bukan sendiri. Selain itu ada atapnya, jadi terasa lebih adem," ujar Adit. Keunggulan lainnya menurut Adit terdapat ruang untuk menaruh barang meski tidak terlalu besar. "Di belakang kursi juga masih bisa menyimpan barang, bahkan ada ruang penyimpanan yang kira-kira setara tas olahraga," katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang