Menjelang periode mudik Lebaran, perhatian terhadap kesiapan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh kembali meningkat. Selain faktor kenyamanan, efisiensi bahan bakar dan fleksibilitas sumber tenaga menjadi pertimbangan utama, terutama saat harus menghadapi kemacetan panjang dan rute lintas provinsi. Salah satu teknologi yang dinilai relevan untuk karakter perjalanan mudik di Indonesia adalah sistem hybrid generasi baru. Teknologi ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik sehingga kendaraan tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian daya listrik seperti mobil listrik murni. Pabrikan SUV elektrifikasi, Jaecoo, memperkenalkan pendekatan Super Hybrid System (SHS) pada beberapa modelnya. Sistem ini dirancang untuk menyesuaikan kerja mesin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi jalan dan pola berkendara. Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, mengatakan sistem tersebut bekerja adaptif, sehingga performa dan efisiensi bisa tetap terjaga di berbagai situasi lalu lintas. “Pola kerja adaptif ini membantu kendaraan tetap responsif saat menyalip, namun tetap irit saat merayap di tengah kemacetan. Ini sangat pas untuk karakter mudik kita yang jaraknya bisa ratusan kilometer,” kata Ryan, Sabtu (14/2/2026). Jaecoo Menurut Ryan, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan masyarakat saat mempertimbangkan kendaraan hybrid untuk perjalanan mudik. Salah satunya adalah kemampuan sistem dalam mengatur penggunaan mesin dan motor listrik tanpa perlu pengaturan manual dari pengemudi, sehingga lebih praktis saat menghadapi kondisi lalu lintas yang berubah-ubah. Model yang sudah mengusung sistem ini antara lain Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P Ardis, yang diposisikan untuk penggunaan harian hingga perjalanan luar kota. Faktor lain yang kerap menjadi pertimbangan adalah jarak tempuh dan fleksibilitas sumber energi. Pada kendaraan hybrid, mesin bensin tetap bisa menjadi penopang saat daya baterai menurun, sehingga perjalanan tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Beberapa model elektrifikasi juga sudah dibekali fitur vehicle to load (V2L), yang memungkinkan daya dari baterai mobil digunakan untuk perangkat eksternal. Fitur ini umumnya dimanfaatkan saat berhenti beristirahat di perjalanan. Berkat sinergi mesin, motor listrik, dan baterai, JAECOO J7 SHS bisa melaju dengan jarak lebih dari 1.300 km. Pada sisi keselamatan, fitur bantuan berkendara tingkat lanjut atau ADAS juga mulai banyak disematkan pada kendaraan elektrifikasi terbaru. Fitur seperti adaptive cruise control dan bantuan saat macet membantu mengurangi kelelahan pengemudi ketika melaju di jalur padat. Sebagai bagian dari persiapan perjalanan jauh, pabrikan juga umumnya mengimbau pemilik kendaraan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum berangkat, mulai dari sistem mekanikal hingga elektronik. Perkembangan tersebut menunjukkan kendaraan elektrifikasi, termasuk hybrid, mulai menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk kebutuhan mobilitas jarak jauh, termasuk perjalanan mudik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang