DFSK Super Cab Produsen otomotif asal China, DFSK, melihat situasi tersebut sebagai salah satu faktor yang berpotensi mendorong minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. GULIR UNTUK LANJUT BACA Chief Executive Officer PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, mengatakan fluktuasi harga minyak global biasanya berdampak pada berbagai sektor, terutama yang berkaitan dengan distribusi dan transportasi.“Kondisi di Timur Tengah sekarang ini berpotensi membuat harga minyak terus naik. Kalau ini terjadi, tentu semua barang akan terdampak karena komponen transportasi sangat besar,” ujar Alexander di Jakarta.Menurut dia, jika harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan, konsumen kemungkinan akan mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif karena biaya operasionalnya relatif lebih stabil.Alexander menjelaskan, mobil listrik tidak bergantung pada bahan bakar minyak seperti kendaraan konvensional. Kendaraan tersebut hanya membutuhkan energi listrik untuk beroperasi, sehingga tidak terpengaruh langsung oleh fluktuasi harga minyak dunia.“Mobil listrik tidak menggunakan minyak. Begitu dicas, kendaraan bisa jalan. Jadi kalau harga minyak naik, secara logika akan ada pergeseran ke mobil listrik,” kata dia.DFSK sendiri melihat peluang pertumbuhan pasar kendaraan listrik cukup besar apabila harga energi berbasis minyak terus mengalami tekanan. Bahkan, Alexander memperkirakan penjualan kendaraan listrik dapat meningkat signifikan dalam kondisi tersebut.“Kalau harga minyak naik terus, penjualan mobil listrik bisa bertambah dua kali lipat atau bahkan lebih,” tuturnya.Meski demikian, Alexander menilai perkembangan kendaraan listrik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor harga energi. Kebijakan pemerintah juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.Saat ini pemerintah masih menghitung skema insentif kendaraan listrik untuk tahun 2026. Kebijakan tersebut sebelumnya menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik melalui skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP).Di sisi lain, DFSK tetap optimistis terhadap potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan ini melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan teknologi energi baru. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain menghadirkan kendaraan penumpang listrik, DFSK juga fokus pada pengembangan kendaraan listrik untuk segmen komersial yang dinilai memiliki kebutuhan operasional tinggi.Dengan berbagai dinamika tersebut, DFSK menilai kendaraan listrik akan semakin relevan di pasar otomotif nasional, terutama jika biaya penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak terus mengalami tekanan.