Ekspor mobil di Pelabuhan Patimban. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak selalu dipandang sebagai sentimen negatif bagi industri otomotif. Toyota justru melihat kondisi ini sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar ekspor. Seiring penguatan produksi dalam negeri, termasuk pengembangan baterai kendaraan elektrifikasi, momentum ekonomi ini dinilai dapat dimanfaatkan secara optimal. Indonesia memiliki potensi untuk memperbesar perannya sebagai basis produksi dan ekspor global. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam, menyampaikan bahwa pelemahan rupiah bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi industri. Menurutnya, kondisi ini dapat meningkatkan daya saing harga produk Indonesia di pasar internasional.“Dengan rupiah melemah, sebenarnya kita punya peluang untuk menjadi eksportir,” ujarnya saat ditemui VIVA Otomotif di acara peresmian kerja sama pembuatan pabrik mobil hybrid antara Toyota dan CATL di Tangerang, Senin 20 April 2026.Ia menjelaskan bahwa pelaku industri harus mampu membaca peluang dari perubahan tersebut. Persiapan yang matang menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar yang terjadi secara berkala.Toyota sendiri telah lama menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor global. Peran ini diperkirakan akan semakin kuat seiring berkembangnya industri baterai dan elektrifikasi kendaraan.Dengan biaya produksi yang lebih kompetitif, produk otomotif dari Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar internasional. Hal ini menjadi modal penting dalam meningkatkan volume ekspor ke berbagai negara.Namun demikian, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan industri secara menyeluruh. Mulai dari peningkatan kualitas produk hingga efisiensi proses produksi menjadi faktor penentu.Selain itu, stabilitas kebijakan juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor. Dukungan dari pemerintah diperlukan agar industri dapat berkembang secara konsisten. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Toyota menilai bahwa kondisi pelemahan rupiah tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang strategis. Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global.Dengan strategi yang tepat, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Ke depan, Indonesia berpeluang naik kelas sebagai pemain penting di pasar ekspor otomotif dunia.